Jakarta, VIVA – Ada sesuatu yang berbeda ketika sebuah judul yang pernah menemani penonton bertahun-tahun kembali hadir dengan cerita baru. Jodoh Wasiat Bapak, kini kembali lewat versi Reborn, bukan sekadar mengulang formula lama, tetapi membawa karakter, visual, hingga pendekatan cerita yang lebih modern.
Kolaborasi ANTV dan Netflix ini menghadirkan Nadya Arina sebagai pemeran utama, bersama Kevin Julio, Bara Valentino, Cut Keke, Dimas Putra, Jordan, dan Bopak. Jodoh Wasiat Bapak Reborn ini dijadwalkan tayang mulai 31 Agustus 2026 pukul 18.30 WIB di ANTV dan tersedia di Netflix.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Kiki Zulkarnain selaku Chief Program and Communication Officer ANTV mengatakan, kembalinya Jodoh Wasiat Bapak merupakan upaya menghadirkan kembali cerita yang sudah memiliki basis penonton yang besar, tetapi dengan pengembangan lebih luas.
“Memang dari dulu keunikan ANTV adalah membuat program acara yang berbeda,” ujar Kiki di acara Press Conference di Kuningan, Jakarta, Rabu, 26 Agustus 2026.
Ia menjelaskan, Jodoh Wasiat Bapak pertama kali hadir pada 2016 ketika sinetron menjadi salah satu tayangan yang banyak menghiasi televisi. Saat itu, ANTV bersama Tobali Production mencoba menawarkan konsep yang berbeda hingga akhirnya serial tersebut berkembang dan memiliki lebih dari seribu episode.
Kini, konsep tersebut kembali dikembangkan melalui kolaborasi dengan Netflix. Kiki menyebut kerja sama tersebut memberikan ruang untuk memperluas kreativitas sekaligus meningkatkan kualitas produksi.
![]()
Jodoh Wasiat Bapak Reborn sendiri mengikuti kisah Adinda yang diperankan Nadya Arina. Ia merupakan seorang dokter forensik yang memiliki kemampuan supranatural untuk melihat masa lalu seseorang melalui jenazah yang sedang diperiksanya.
Di tengah kemampuan tersebut, Adinda juga harus menjalankan wasiat sang ayah, Adam, untuk meneruskan usaha pemulasaran jenazah keluarga sekaligus mencari jodoh yang disebut dalam sebuah buku tua.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Tantangan memainkan karakter tersebut rupanya cukup besar bagi Nadya. Bukan hanya karena harus masuk ke genre horor suspense, tetapi juga lantaran ia harus meyakinkan penonton sebagai seorang dokter forensik.
“Mungkin untuk tantangannya, ini kayaknya kali pertama aku syuting serial yang genre-nya horror suspense dan jadi seorang dokter forensik. Tapi tentunya kita juga punya waktunya yang cukup untuk reading, riset, lalu juga dari tim sangat bisa meng-guide kita (para cast),” kata Nadya.
Halaman Selanjutnya
Ia bahkan mencari referensi dari sejumlah teman yang berprofesi sebagai dokter. Menurut Nadya, detail seperti pakaian, cara menyampaikan informasi, hingga gestur seorang dokter forensik menjadi bagian penting yang harus diperhatikan.

2 weeks ago
4













