VIVA – Bidan merupakan salah satu tenaga kesehatan yang memiliki peran penting dalam mendampingi perempuan, terutama selama masa kehamilan, persalinan, masa nifas, hingga perawatan bayi baru lahir. Namun, praktik kebidanan tidak selalu berjalan dengan pola yang sama di setiap negara.
Perbedaan sistem kesehatan, pendidikan, budaya, regulasi, hingga kebutuhan masyarakat dapat membentuk cara bidan menjalankan profesinya. Indonesia dan Australia, misalnya, memiliki karakteristik tersendiri dalam praktik kebidanan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Meski sama-sama berorientasi pada kesehatan perempuan dan bayi, terdapat sejumlah perbedaan yang menarik untuk diketahui. Berikut empat di antaranya.
1. Ruang Lingkup Praktik dan Tanggung Jawab
Salah satu hal yang dapat membedakan praktik bidan adalah ruang lingkup tanggung jawab profesionalnya. Di Indonesia, bidan banyak dikenal melalui layanan yang berkaitan dengan kesehatan ibu dan anak, termasuk kehamilan, persalinan, masa nifas, bayi baru lahir, serta pelayanan kesehatan reproduksi.
Sementara itu, praktik kebidanan di Australia juga menempatkan bidan sebagai tenaga kesehatan yang mendampingi perempuan sepanjang perjalanan kehamilan hingga masa setelah melahirkan. Pendekatannya menekankan kesinambungan pelayanan dan keterlibatan perempuan dalam menentukan pilihan terkait perawatan dirinya.
Perbedaan tersebut tidak berarti salah satu sistem lebih baik, tetapi menunjukkan bagaimana profesi bidan dapat berkembang sesuai dengan sistem kesehatan masing-masing negara.
2. Pendekatan yang Berpusat pada Perempuan
Hal lain yang menjadi perhatian dalam praktik kebidanan adalah bagaimana kebutuhan perempuan ditempatkan dalam proses pelayanan.
Pendekatan woman-centred care menempatkan perempuan sebagai individu yang memiliki kebutuhan, pengalaman, nilai, serta pilihan yang perlu dipahami oleh tenaga kesehatan. Karena itu, bidan tidak hanya dituntut memperhatikan kondisi klinis, tetapi juga membangun komunikasi dan hubungan yang baik dengan pasien.
Dalam praktiknya, pendekatan semacam ini mendorong bidan untuk mendengarkan kekhawatiran perempuan, memberikan informasi yang mudah dipahami, serta membantu pasien mengambil keputusan berdasarkan informasi yang tersedia.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
3. Pendidikan dan Pengalaman Klinis
Perbedaan lainnya dapat dilihat dari proses pendidikan dan pembentukan kompetensi calon bidan.
Pendidikan kebidanan tidak hanya membutuhkan penguasaan teori, tetapi juga keterampilan klinis yang diperoleh melalui simulasi maupun pengalaman praktik langsung. Di Australia, pendidikan kebidanan seperti yang diterapkan di The University of Queensland mengintegrasikan pembelajaran akademik dengan pengembangan keterampilan klinis, simulasi, serta clinical placement.
Halaman Selanjutnya
Pengalaman langsung menjadi bagian penting karena calon bidan perlu menghadapi situasi nyata dan belajar berkomunikasi dengan perempuan dari berbagai latar belakang.

2 weeks ago
24













