VIVA – Ketika memilih smartphone, perhatian pengguna biasanya tertuju pada resolusi kamera, ukuran sensor, jumlah megapiksel, hingga fitur AI. Namun, ada satu komponen di dalam chipset yang sering luput dari perhatian, padahal perannya sangat penting dalam menentukan seperti apa hasil foto dan video yang dihasilkan. Komponen tersebut adalah ISP atau Image Signal Processor.
Secara sederhana, ISP merupakan pemroses khusus yang bertugas mengolah data gambar dari sensor kamera menjadi foto atau video yang siap dilihat dan disimpan. Jadi, sensor kamera memang bertugas menangkap cahaya, tetapi data yang dihasilkan belum otomatis menjadi gambar akhir. Di sinilah ISP mengambil peran.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Dari Sensor Kamera Menjadi Foto
Saat pengguna menekan tombol kamera, sensor menangkap cahaya dan menghasilkan data mentah. Data tersebut kemudian diproses oleh sistem pencitraan pada chipset sebelum ditampilkan sebagai foto.
Prosesnya dapat melibatkan berbagai tahapan, seperti pengaturan warna, pencahayaan, pengurangan noise, autofocus, hingga pemrosesan HDR. Karena itu, dua smartphone dengan sensor kamera yang memiliki resolusi sama belum tentu menghasilkan foto dengan kualitas yang identik.
Qualcomm, misalnya, menggunakan Spectra ISP pada berbagai platform Snapdragon. Perusahaan tersebut menjelaskan bahwa ISP menjadi bagian penting dalam pemrosesan gambar dan video pada smartphone, termasuk untuk menghasilkan kemampuan fotografi serta videografi dengan kualitas tinggi.
Artinya, kemampuan kamera tidak hanya ditentukan oleh angka megapiksel. Kemampuan chipset dalam memproses data dari sensor juga ikut menentukan hasil akhirnya.
ISP Berpengaruh pada Foto Malam
Salah satu tugas penting ISP adalah membantu menangani kondisi pencahayaan yang sulit. Ketika mengambil gambar pada malam hari, sensor kamera biasanya menghasilkan lebih banyak noise. ISP dapat membantu mengurangi gangguan tersebut sekaligus mempertahankan detail objek.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
MediaTek melalui teknologi Imagiq mengembangkan berbagai kemampuan pemrosesan kamera, termasuk AI Noise Reduction untuk mengurangi noise pada pengambilan gambar dalam kondisi minim cahaya. Pada implementasi tertentu, teknologi tersebut bahkan dapat memproses data RAW dari sensor kamera.
Inilah salah satu alasan mengapa smartphone dengan kamera beresolusi tinggi belum tentu otomatis unggul dalam fotografi malam. Pemrosesan setelah cahaya ditangkap sensor memiliki peranan besar.
Halaman Selanjutnya
HDR, Warna, dan Detail Juga Diproses

1 week ago
20













