Senin, 16 Maret 2026 - 14:50 WIB
Iran, VIVA –Akhir pekan kemarin Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengancam akan melancarkan serangan tambahan ke Pulau Kharg milik Iran serta mendesak negara-negara sekutunya mengirim kapal perang untuk mengamankan Selat Hormuz.
Dalam wawancara dengan stasiun televisi NBC News, Trump mengatakan bahwa serangan Amerika Serikat telah sepenuhnya menghancurkan sebagian besar fasilitas ekspor minyak di pulau tersebut dan memperingatkan kemungkinan serangan lanjutan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
“Kami mungkin akan menyerangnya beberapa kali lagi, hanya untuk bersenang-senang,” kata Trump.
Menyusul dengan pernyataan Trump tersebut, Iran tak tinggal diam. Komandan Laut Garda Revolusi Islam (IRGC), Alireza Tangsiri memperingatkan bahwa setiap serangan terhadap infrastruktur minyak di Pulau Kharg akan berdampak signifikan pada pasar energi global.
Dalam unggahan di platform X dia mengungkap jika AS menargetkan infrastruktur tersebut bisa mengubah dinamika harga minyak dunia.
“Dulu kalian pernah menguji Iran melalui Selat Hormuz. Jika pengendalian cerdas atas selat itu sempat menciptakan indeks baru untuk harga minyak, maka serangan terhadap Kharg akan menghasilkan perhitungan baru yang berbahaya dan belum pernah terjadi sebelumnya bagi harga dan distribusi energi global,” kata dia seperti dikutip dari laman Anadolu, Senin 16 Maret 2026.
Sebagai informasi, pulau Kharg merupakan pusat ekspor minyak utama Iran, menangani sekitar 90%-95% ekspor minyak mentah negara itu. Pada 2025, pulau ini menangani rata-rata 1,54 juta hingga 1,7 juta barel per hari.
Pulau ini menjadi komponen penting dalam sistem energi Iran sekaligus sumber pendapatan vital bagi pemerintah.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Sejak 1 Maret, Iran secara efektif menutup Selat Hormuz, menyusul serangan gabungan Israel dan AS terhadap negara itu pada 28 Februari, yang hingga kini menewaskan sekitar 1.300 orang, termasuk pemimpin tertinggi saat itu, Ayatollah Ali Khamenei. Ketegangan pun semakin meningkat.
Iran kemudian membalas dengan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel, sekaligus Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk. Menurut Iran, sasaran serangan ini adalah aset militer AS, namun beberapa infrastruktur sipil juga terdampak, memicu kerugian, serta memengaruhi pasar global dan penerbangan internasional.
Pertamina Akui Sudah Amankan Pasokan Energi sebelum Pecah Perang Iran-AS
Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra mengaku, pihaknya sudah melakukan pengamanan (lock) pengadaan energi sebelum terjadi Perang Iran-AS.
VIVA.co.id
16 Maret 2026

2 hours ago
2











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3429214/original/050982400_1618458325-dan-dealmeida-4aM_QE-HRLw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5523066/original/035189100_1772787502-andi_campak.jpeg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5502645/original/043661400_1770997885-kangkung.png)