Asal-usul Suara Dentuman Misterius yang Bikin Geger, Ini Penjelasan Ilmiahya

1 week ago 8

Sabtu, 5 September 2026 - 15:00 WIB

VIVA Suara dentuman keras yang terdengar di sejumlah wilayah pada Jumat malam hingga Sabtu dini hari, 5 September 2026, membuat warga bertanya-tanya mengenai asal-usulnya. Fenomena tersebut terjadi bersamaan dengan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda.

Badan Geologi menduga suara dentuman dan getaran yang dilaporkan masyarakat di sejumlah wilayah Jawa Barat berkaitan dengan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau yang berlangsung pada waktu bersamaan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun, BMKG Bandung memiliki penjelasan berbeda khusus mengenai dentuman yang terdengar di Bandung Raya. Seperti apa? Berikut ulasan lengkapnya. 

Badan Geologi Kaitkan dengan Erupsi Anak Krakatau

Gunung Anak Krakatau mulai mengalami erupsi pada Jumat malam sekitar pukul 23.07 WIB. Aktivitas tersebut disertai suara gemuruh yang cukup kuat dan berlangsung menerus hingga Sabtu pagi.

Kepala Badan Geologi Lana Saria mengatakan suara dentuman dan getaran yang dilaporkan masyarakat di sejumlah wilayah Jawa Barat, Banten, dan Lampung diduga berkaitan dengan aktivitas erupsi Anak Krakatau yang berlangsung pada waktu bersamaan.

Artinya, untuk wilayah yang berada di sekitar kawasan terdampak aktivitas Gunung Anak Krakatau, suara dentuman tersebut diduga berkaitan dengan erupsi yang sedang berlangsung.

Fenomena suara keras saat aktivitas vulkanik bukan hal yang sepenuhnya baru. Erupsi gunung api dapat menghasilkan suara ledakan atau gemuruh, bergantung pada karakter erupsi dan material yang dikeluarkan.

Asal-usul Suara Dentuman di Bandung

Persoalannya menjadi berbeda ketika suara dentuman dilaporkan terdengar di Bandung Raya. Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kelas I Bandung Suaidi Ahadi mengatakan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau yang berlangsung bersamaan dengan munculnya dentuman di Bandung Raya tidak menunjukkan adanya hubungan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Tapi kalau di Kota Bandung, menurut saya terlalu jauh untuk mendengar aktivitas dari letusan Gunung Krakatau yang kejadiannya seperti kemarin,” kata Suaidi. 

BMKG juga tidak menemukan rekaman gempa di wilayah Bandung Raya ketika masyarakat melaporkan fenomena tersebut. “Tapi fenomena hari ini, kami mencatat tidak ada rekaman gempa, baik di sesar aktif, Sesar Lembang, Sesar Cimandiri, maupun beberapa sesar lainnya pada saat itu di wilayah Bandung Raya,” ujar Suaidi.

Halaman Selanjutnya

Menurut Suaidi, suara dentuman tidak selalu berarti terjadi gempa besar atau berkaitan dengan letusan gunung api. 

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |