Aspebindo Dorong Bioenergi Jadi Kekuatan dan Ketahanan Energi Nasional

2 weeks ago 12

Kamis, 27 Agustus 2026 - 19:47 WIB

Jakarta, VIVA – Asosiasi Pemasok Energi, Mineral, dan Batubara Indonesia (Aspebindo) menyelenggarakan Aspebindo Bioenergy Business Summit 2026 di Aloft by Marriott, Jakarta Barat, Rabu, 26 Agustus 2026. Forum ini menjadi bagian dari arah transformasi Aspebindo dalam memperluas peran anggotanya pada bisnis energi terbarukan, khususnya bioenergi.

Ketua Panitia Aspebindo Bioenergy Business Summit 2026, M. Hadi Nainggolan, mengatakan bahwa penyelenggaraan summit ini merupakan langkah awal dari rangkaian kegiatan yang akan dijalankan pihaknya untuk mempertemukan potensi sumber daya, kebutuhan industri, dukungan kebijakan, dan akses investasi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Aspebindo siap mengambil peran lebih aktif dalam mendukung pengembangan bisnis bioenergi di Indonesia. Summit ini bukan kegiatan yang berdiri sendiri. Kami menyiapkan rangkaian aktivasi yang berkelanjutan, mulai dari forum kebijakan, business matching, penguatan kapasitas anggota, penjajakan proyek, sampai pengembangan talenta. Arah kami jelas, yaitu membantu bioenergi tumbuh menjadi bisnis yang layak, terukur, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi ketahanan energi nasional serta perekonomian daerah," ujar Hadi, Kamis, 27 Agustus 2026.

Sementara, Ketua Umum DPP Aspebindo Anggawira, menjelaskan bahwa perubahan arah organisasi berangkat dari perkembangan kebijakan energi dan meningkatnya peluang usaha pada sektor energi terbarukan. Menurutnya, Indonesia memiliki sumber daya yang memadai untuk membangun industri bioenergi, tetapi pengembangannya membutuhkan ekosistem usaha yang saling terhubung.

Melalui forum ini, Aspebindo berupaya mempertemukan pengambil kebijakan dengan perusahaan yang akan menjalankan investasi dan kegiatan operasional di lapangan. Keterhubungan tersebut dibutuhkan agar anggota Aspebindo dapat membangun kompetensi yang relevan, memahami kebutuhan teknis industri, dan mengembangkan model bisnis yang kompetitif.

Aspebindo memandang bioenergi sebagai bidang usaha yang memiliki hubungan langsung dengan agenda ketahanan energi. Pengembangan biodiesel, bioetanol, biomassa, biogas, dan energi berbasis limbah dapat mengurangi ketergantungan pada bahan bakar impor sekaligus menciptakan kegiatan ekonomi baru di daerah penghasil bahan baku.

Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Arif Satria, menyampaikan bahwa BRIN menjalankan berbagai riset untuk mendukung implementasi B50. Riset tersebut mencakup penyimpanan dan penanganan biodiesel, pengembangan sistem filtrasi, karakterisasi B50 pada berbagai kondisi penyimpanan, pengujian kinerja dan emisi, serta evaluasi keandalan bahan bakar pada mesin.

Halaman Selanjutnya

BRIN juga mengembangkan teknologi pengurangan kadar air pada biodiesel. Aspek ini penting karena karakteristik Fatty Acid Methyl Ester atau FAME membutuhkan prosedur penyimpanan dan penanganan yang tepat agar kualitas bahan bakar tetap terjaga sampai digunakan oleh konsumen.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |