Atasi Polusi Udara, Mahasiswa Tawarkan Solusi Kebijakan melalui Clean Air Policy Competition

1 week ago 10

Jumat, 4 September 2026 - 23:57 WIB

Jakarta, VIVA – Organisasi non-profit yang mengadvokasi strategi peningkatan kualitas udara, Bicara Udara menegaskan, upaya mewujudkan udara bersih membutuhkan kebijakan, yang mampu menjawab sumber pencemaran secara terukur dan berkelanjutan. 

Melalui program Biru Voice dan gelaran kompetisi mahasiswa bertema “Clean Air for All: Advancing Urban Sustainability Solutions”, Bicara Udara berupaya membentuk generasi muda sebagai Clean Air Advocates yang mampu mengawal isu kualitas udara.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Akademisi Universitas Indonesia dan mantan Juru Bicara Presiden SBY, Julian Aldrin Pasha yang bertugas sebagai juri mengatakan, kompetisi ini juga menyuarakan kebutuhan masyarakat, serta berkontribusi dalam mendorong lahirnya kebijakan pengendalian polusi udara yang lebih efektif dan berkelanjutan.

Kompetisi mahasiswa “Clean Air for All: Advancing Urban Sustainability Solutions”

Dia menilai, proses pembelajaran dalam kompetisi sangat penting dalam membentuk generasi muda sebagai Clean Air Advocates.

"Kompetisi ini melibatkan beberapa komponen, dan itu memang sangat baik untuk memperlihatkan bagaimana public concerns coba diangkat, dijelaskan, dan dicarikan solusinya dalam bentuk policy brief,” kata Julian dalam keterangannya, Jumat, 4 September 2026.

Sementara Direktur Yayasan Bakti Barito yang juga menjadi juri, Dian A. Purbasari, mengapresiasi pendekatan kompetisi yang mendorong mahasiswa menghasilkan solusi dan inovasi berdasarkan proses analisis yang konkret.

"Kompetisi ini sejalan dengan komitmen Yayasan Bakti Barito dalam mendorong aksi iklim melalui edukasi. Pendekatan analitis para mahasiswa dalam merumuskan rekomendasi kebijakan yang konkret, membuktikan bahwa generasi muda kita bukan sekadar pengamat, melainkan inovator yang siap memberikan kontribusi nyata bagi masa depan udara bersih di Indonesia," ujar Dian.

Melalui Biru Voices: Clean Air Policy Competition 2026, mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia menghadirkan rekomendasi kebijakan untuk menjawab tantangan pencemaran udara perkotaan, yang dapat menjadi masukan bagi pemerintah dan pemangku kepentingan dalam memperkuat upaya pengendalian pencemaran udara.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Setelah melalui rangkaian seleksi dan mentoring, sebanyak 10 tim finalis mempresentasikan rekomendasi kebijakan mereka dalam babak final yang digelar di Gedung Grha Ali Sadikin, Kompleks Balai Kota Provinsi DKI Jakarta.

Beragam gagasan para finalis menunjukkan bahwa pengendalian pencemaran udara membutuhkan pendekatan lintas sektor. Isu yang diangkat mencakup pembiayaan pengendalian polusi udara, reformasi pajak emisi kendaraan bermotor, integrasi data kualitas udara dan kesehatan, pengendalian emisi industri berbasis data, hingga perlindungan kelompok rentan.

Halaman Selanjutnya

Tim Duarr dari Politeknik Keuangan Negara STAN berhasil meraih Juara 1 melalui gagasan “Dual Track Decarbonization: Menata Insentif dan Disinsentif Pengendalian Polusi Udara di Jabodetabek”.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |