VIVA – Sebuah grup percakapan WhatsApp yang diduga beranggotakan sejumlah siswa dari salah satu sekolah swasta menjadi sorotan setelah isi percakapannya diketahui oleh orang tua siswa.
Grup tersebut awalnya disebut hanya digunakan untuk percakapan antarpengguna. Namun, situasi berubah setelah seorang siswa diduga secara tidak sengaja mengundang ayahnya sendiri ke dalam grup.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Kejadian tersebut akhirnya membuat sang ayah dapat melihat sejumlah percakapan yang berlangsung di dalam grup. Informasi itu kemudian disampaikan oleh salah satu orang tua siswa, Yuda Fajrin, yang mengaku mengetahui cerita tersebut dari temannya.
Menurut Yuda, nama grup WhatsApp tersebut adalah 'Add people as much as you can'. Sesuai dengan nama grupnya, anggota disebut dapat mengundang orang lain untuk bergabung.
“Intinya singkat ceritanya ada anaknya temenku itu ke-invite ke grup itu. Karena sesuai dengan nama grupnya 'Add people as much as you can', dia main asal invite yang ke-invite Bapaknya. Alhasil Bapaknya jadi ngebaca percakapan di dalam grup itu,” ungkap Yuda, dalam keterangannya, Selasa 1 September 2026.
Dari situlah percakapan di dalam grup tersebut mulai diketahui oleh pihak luar. Yuda menyebut terdapat sejumlah pembahasan yang berkaitan dengan LGBT.
Menurutnya, percakapan tidak seluruhnya membahas hal tersebut. Ada pula anggota grup yang saling mengirim stiker dan melakukan percakapan lainnya.
“Nah mostly percakapannya ini tentang ada sedikit kirim-kiriman stiker, habis itu ada pembahasan tentang LGBT termasuk juga ada voting pertanyaan 'Are you gay, lesbian, straight or others?' Intinya seperti itu,” jelasnya.
Temuan tersebut kemudian menimbulkan kekhawatiran di kalangan orang tua. Yuda mengimbau para orang tua yang memberikan akses WhatsApp kepada anak untuk lebih memerhatikan aktivitas mereka di ruang digital.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Ia juga menyebut informasi itu masih perlu ditelusuri lebih lanjut untuk mengetahui konteks sebenarnya dari grup tersebut.
“Nah ini moga dicek yang udah pegang WA anaknya hati-hati karena grupnya lagi coba mau diinvestigasi. Takutnya ini sebenarnya antara grup liberal LGBT gitu atau grup yang sifatnya endingnya bisa jadi nanti pedofilia, enggak ada yang tahu. Jadi lagi pengen coba diinvestigasi. Coba tolong dicek,” lanjutnya.
Halaman Selanjutnya
Kekhawatiran tersebut kemudian mendapat perhatian dari kepolisian. Polda Metro Jaya memastikan informasi mengenai grup WhatsApp tersebut sedang ditelusuri.

1 week ago
18













