Badai PHK Belanjut, Giliran Perusahaan Software AS Pangkas 400 Karyawan

4 weeks ago 6

Rabu, 11 Februari 2026 - 09:37 WIB

Jakarta, VIVA – Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) di Amerika Serikat masih terus berlanjut. Kali ini, perusahaan teknologi sumber daya manusia (HR tech) asal AS, Workday, mengumumkan rencana pemangkasan sekitar 400 karyawan atau setara 2 persen dari total tenaga kerjanya.

Badai PHK di sektor teknologi sendiri masih menjadi tren global bahkan melanda perusahaan besar seperti Amazon, UPS, hingga Pinterest. Sepanjang 2025, tercatat sekitar 1,2 juta tenaga kerja kehilangan pekerjaan di berbagai sektor, termasuk teknologi, logistik, dan e-commerce. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Keputusan PHK massal ini diungkapkan Workday dalam dokumen keterbukaan informasi (regulatory filing) pada Rabu, 4 Februari 2026. Manajemen menyebut langkah ini merupakan bagian dari restrukturisasi organisasi untuk menyesuaikan sumber daya perusahaan dengan prioritas strategis pada tahun fiskal 2027.

“(PHK) dirancang untuk menyelaraskan sumber daya dan tenaga kerja  dengan prioritas tertinggi perusahaan,” tulis manajemen Workday dikutip dari HR Executive pada Rabu, 11 Februari 2026.

PHK terhadap 400 karyawan ini menandai restrukturisasi besar kedua Workday dalam kurun waktu lebih dari satu tahun. Pada tahun 2025, perusahaan memangkas sekitar 8,5 persen karyawan yang dimaksudkan agar perusahaan lebih adaptif terhadap kebutuhan pelanggan yang terus berubah, kata CEO Workday, Carl Eschenbach.

Mayoritas pemangkasan akan menyasar posisi non-penghasil pendapatan, khususnya di divisi Global Customer Operations. Meski demikian, Workday menegaskan tetap membuka peluang rekrutmen di area strategis yang dinilai mampu mendorong pertumbuhan pendapatan.

“Perusahaan berencana tetap merekrut di area strategis dan lokasi tertentu, terutama di sektor yang menghasilkan pendapatan, untuk menangkap peluang pasar,” lanjut Manajemen Workday.

Proses restrukturisasi ditargetkan rampung pada akhir April 2026, dengan tetap memperhatikan ketentuan hukum ketenagakerjaan di berbagai negara tempat Workday beroperasi. Perusahaan memperkirakan total biaya restrukturisasi dan penurunan nilai aset mencapai US$135 juta, termasuk beban impairment sebesar US$80 juta terkait konsolidasi ruang perkantoran.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Workday dijadwalkan merilis laporan keuangan kuartal IV-2025 dan kinerja tahunan pada tanggal 24 Februari 2026. Kinerja keuangan ini akan mencerminkan dampak finansial dari langkah restrukturisasi ini.

Workday menegaskan, restrukturisasi ini belum tentu menghasilkan manfaat sesuai ekspektasi. Perusahaan juga membuka kemungkinan biaya akhir bisa melampaui proyeksi awal, bergantung pada regulasi ketenagakerjaan di masing-masing negara.

Jet Tempur F-35 AS

Enam Jet Tempur Siluman F-35 AS Mendekat ke Timur Tengah, Menuju Iran?

Enam jet tempur Amerika Serikat (AS) F-35A Lightning II generasi kelima sudah berada lebih dekat ke Timur Tengah, di tengah negosiasi nuklir Iran dan AS

img_title

VIVA.co.id

10 Februari 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |