Bahlil Janji Realisasikan Kerja Sama Energi RI-Rusia hingga Manfaatnya Dirasakan Masyarakat

1 week ago 22

Jumat, 4 September 2026 - 17:12 WIB

Jakarta, VIVA – Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia mengatakan, pihaknya bakal menindaklanjuti setiap kesepakatan antara RI-Rusia dalam kunjungan ke Vladivostok, sebagaimana arahan dari Presiden Prabowo Subianto.

Dia bahkan mengaku bahwa Presiden Prabowo telah mengarahkan agar tindak lanjut dari kesepakatan-kesepakatan itu, harus bisa menghasilkan manfaat yang dapat dirasakan oleh masyarakat Indonesia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dia menekankan bahwa agenda-agenda terkait energi tidak akan berhenti di tataran komitmen semata, melainkan harus menjadi kerja sama konkret bernilai tambah bagi Indonesia.

"Arahan Bapak Presiden sangat jelas. Kerja sama energi dengan Rusia harus memperkuat ketahanan energi nasional, baik melalui peningkatan produktivitas migas, pembangunan infrastruktur energi, maupun pengembangan teknologi energi masa depan," kata Bahlil dalam keterangannya, Jumat (4/9/2026).

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.

Fokus ketahanan energi dan hilirisasi sumber daya alam (SDA) yang digaungkan Presiden Prabowo di panggung Eastern Economic Forum, menurut Bahlil harus ditempatkan sebagai bagian dari pembangunan yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Presiden juga menekankan perlunya tindak lanjut kemitraan Indonesia dan Rusia, yang tak berhenti hanya pada pertukaran barang. Terlebih, Rusia memiliki kekuatan pada sumber daya energi, ilmu pengetahuan, dan rekayasa maju.

Sementara Indonesia memiliki pasar domestik yang besar, sekaligus menjadi pintu masuk menuju kawasan ASEAN.

Bahlil mengatakan, dua kekuatan yang saling melengkapi tersebut akan membuka peluang kolaborasi pada berbagai rantai kegiatan energi, termasuk sektor minyak dan gas bumi.

Presiden Prabowo juga telah menyampaikan bahwa Indonesia menyambut kerja sama dengan Rusia, yang dapat meningkatkan produktivitas eksplorasi, produksi, dan pengolahan minyak dan gas.

Selain sektor migas, Pemerintah Indonesia juga membuka ruang kerja sama pada pengembangan energi masa depan melalui dukungan pengetahuan, teknologi, dan investasi Rusia pada energi terbarukan, modernisasi jaringan ketenagalistrikan, serta pemanfaatan energi nuklir untuk tujuan damai.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bahlil menegaskan, kerja sama tersebut harus memiliki tindak lanjut yang jelas agar memberikan manfaat bagi industri nasional dan masyarakat.

"Kerja sama ini tidak boleh berhenti pada komitmen. Tindak lanjutnya harus konkret, terukur, menghadirkan investasi dan transfer teknologi, serta memberikan nilai tambah bagi industri nasional dan manfaat bagi masyarakat," ujarnya.

Kepala Badan Riset PDIP, Andi Widjajanto (kanan)

Approval Rating Prabowo Turun, Andi Widjajanto Ungkap Penyebabnya

Menurut Andi, penurunan itu dipicu kerasnya penolakan publik terhadap sejumlah program prioritas pemerintah, seperti program MBG hingga Koperasi Desa Merah Putih.

img_title

VIVA.co.id

4 September 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |