Bahlil Kebut Mandatori Campuran Etanol ke BBM Imbas Meroketnya Harga Minyak Dunia

18 hours ago 1

Selasa, 10 Maret 2026 - 11:48 WIB

Jakarta, VIVA – Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, bakal mempercepat penerapan kebijakan mandatori campuran bioetanol ke BBM, guna merespons harga minyak dunia yang meroket hingga tembus US$118 per barel.

“Karena kalau harga minyak fosilnya bisa melampaui 100 dolar AS per barel, maka itu akan lebih murah kalau kita blending (campur),” kata Bahlil di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin, 9 Maret 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bahlil sebelumnya berencana untuk mewajibkan kandungan etanol sebesar 20 persen pada BBM atau E20 di 2028, untuk mengurangi impor bensin.

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia

Kebijakan itu bisa diimplementasikan lebih cepat, dengan melihat bagaimana dinamika geopolitik di Timur Tengah mempengaruhi negara-negara yang masih bergantung dengan energi fosil.

“Kami bikin mandatori untuk bensin dan itu lebih bersih,” ujarnya.

Selain mandatori E20, Bahlil juga berencana untuk mempercepat implementasi kebijakan biodiesel 50 persen atau B50. 

B50 merupakan bahan bakar campuran yang terdiri atas 50 persen solar dan 50 persen bahan bakar nabati (BBN) berbasis kelapa sawit.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Saat ini, Indonesia menerapkan mandatori B40, sementara mandatori B50 masih di dalam kajian.

“Jadi, ada beberapa langkah yang akan kami lakukan. Sudah barang tentu dengan kondisi yang ada, maka pemerintah berpikir untuk mencari alternatif terbaik dalam rangka menjaga pasokan energi nasional,” ujarnya.

Emas Antam.

Harga Emas Hari Ini 10 Maret 2026: Antam Kinclong, Produk Global Bervariasi

Harga emas produk PT Aneka Tambang Tbk (Antam) dibanderol seharga Rp 3.047.000 per gram pada perdagangan hari ini. Harga itu naik Rp 8.000 per gram dibanding kemarin.

img_title

VIVA.co.id

10 Maret 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |