Viral Desain Baru Iqro Jadi Lebih Modern dan “Kalcer”, Bikin Generasi Muda Tertarik Belajar Ngaji Lagi

4 hours ago 1

Selasa, 10 Maret 2026 - 20:57 WIB

Jakarta, VIVA – Desain baru buku Iqro tengah ramai dibicarakan di media sosial. Banyak warganet menilai tampilannya kini terlihat lebih modern, minimalis, dan terasa lebih “kalcer” atau relevan dengan selera visual generasi masa kini. Perubahan tersebut membuat buku yang selama ini identik dengan pembelajaran mengaji anak-anak kembali menarik perhatian publik.

Iqro sendiri merupakan metode belajar membaca Al-Quran yang sangat populer di Indonesia sejak diperkenalkan pada era 1980-an oleh K.H. As’ad Humam. Selama puluhan tahun, buku ini menjadi salah satu metode paling umum digunakan di masjid, TPA, hingga lingkungan keluarga untuk mengajarkan dasar membaca Al-Quran.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kini, melalui sebuah proyek penyegaran visual, buku Iqro hadir dengan tampilan yang berbeda dari versi yang selama ini dikenal masyarakat. Meski desainnya diperbarui, metode pembelajaran di dalamnya tetap dipertahankan seperti aslinya.

Penyegaran desain tersebut diperkenalkan melalui proyek IQRO’ Reimagined yang menghadirkan pendekatan visual lebih kontekstual dengan budaya visual generasi sekarang. Ide ini ternyata berangkat dari pengamatan terhadap kebiasaan masyarakat selama Ramadhan oleh brand Kahf. 

“Di Ramadhan ini tuh kemarin, kita tuh nemu sebuah insight. Kalo ternyata Ramadhan itu tuh selalu jadi momen, setiap orang tuh tiba-tiba pengen jadi lebih baik. Pengen jadi lebih benar,” ujar Brand Marketing Kahf, Aldian Alfaridz saat talkshow Iqro’ Reimagined di kawasan SCBD, Jakarta Selatan pada Selasa, 10 Maret 2026. 

Ia mengatakan bahwa banyak orang dewasa sebenarnya ingin kembali membaca Al-Quran, namun merasa tidak percaya diri untuk memulai dari tahap dasar.

“Ketika mereka mau mulai baca Quran, kan kalo di Indonesia tuh kita familiar dengan Iqro ya. Kesannya tuh Iqro tuh kok kayak anak-anak banget gitu kan. Terus bikin orang, orang dewasa yang mau belajar Iqro tuh jadi ngerasa malu,” katanya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dari situ muncul gagasan untuk memperbarui tampilan buku agar terasa lebih ramah bagi orang dewasa yang ingin belajar kembali.

“Dengan peningkatan desain gitu ya, dengan kita coba nge-revamp, nge-redesain Iqro, ini kayaknya bisa bawa, nge-trigger orang dewasa untuk belajar Quran lagi, belajar Iqro lagi,” tambahnya.

Halaman Selanjutnya

Dari sisi pengelola metode Iqro, kolaborasi ini juga mendapat tanggapan positif. Rehan Mubarak, perwakilan IQRO’ Center sekaligus cucu dari pendiri Yayasan IQRO’ AMM Yogyakarta, menegaskan bahwa perubahan hanya dilakukan pada aspek visual, bukan pada metode pembelajarannya.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |