Bahrain Cabut Kewarganegaraan 69 Orang Gara-gara Dukung Serangan Iran

2 days ago 2

Rabu, 29 April 2026 - 12:14 WIB

VIVA – Bahrain telah mencabut kewarganegaraan 69 orang atas tuduhan bersimpati dengan Iran atau menglorifikasi serangan Iran dan "bersekongkol dengan entitas asing", menyusul serangan yang dilancarkan oleh Iran selama perang baru-baru ini di Teluk.

Dalam sebuah pernyataan, Kementerian Dalam Negeri Bahrain mengatakan keputusan tersebut menargetkan mereka yang menyatakan dukungan terhadap serangan Iran atau terlibat dalam spionase dengan entitas asing. Kementerian menambahkan bahwa jumlah total yang terkena dampak pencabutan mencapai 69 orang, termasuk anggota keluarga mereka.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Langkah ini diambil setelah Teheran melakukan serangan terhadap fasilitas di Bahrain sebagai bagian dari perang yang dilancarkan terhadap Iran oleh Israel dan Amerika Serikat.

Melansir Al Jazeera, Rabu, 29 April 2026, arahan untuk pencabutan kewarganegaraan tersebut dikeluarkan oleh Raja Hamad bin Isa Al Khalifa, yang menyatakan bahwa ke-69 orang tersebut "bukan berasal dari Bahrain". Berdasarkan hukum Bahrain, seseorang dapat dicabut kewarganegaraannya jika dianggap telah menyebabkan kerugian bagi negara atau menunjukkan ketidaksetiaan.

Lembaga Hak dan Demokrasi Bahrain yang berbasis di London menggambarkan langkah tersebut sebagai "berbahaya" dan pelanggaran nyata terhadap hukum internasional.

Organisasi tersebut mengatakan bahwa identitas individu tersebut belum diungkapkan secara publik, dan masih belum jelas apakah mereka telah ditangkap, apakah mereka berada di dalam atau di luar Bahrain, dan apakah mereka memiliki kewarganegaraan lain.

Tindakan serupa juga terjadi di tempat lain di Teluk, dengan pihak berwenang di Kuwait, Qatar, dan Uni Emirat Arab menahan individu atas tuduhan terkait dukungan terhadap serangan Iran.

Iran mulai menyerang negara-negara tetangganya di Teluk pada 28 Februari, tak lama setelah Israel dan Amerika Serikat memulai perang dengan melancarkan serangan terhadap Iran.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Teheran menuduh negara-negara yang menjadi sasaran mengizinkan AS untuk melakukan serangan dari wilayah mereka. Serangan balasan Iran dilaporkan menyebabkan kerusakan signifikan pada situs militer AS di seluruh wilayah, termasuk pangkalan Angkatan Laut di Bahrain, yang dihantam oleh rudal dan drone.

Iran menghentikan serangannya terhadap negara-negara tetangganya di Teluk pada 9 April, setelah diberlakukannya gencatan senjata yang dimediasi oleh Pakistan. Negosiasi untuk mengakhiri perang secara permanen masih berlangsung tiga minggu kemudian.

Halaman Selanjutnya

Sementara populasi Syiah Bahrain telah lama menuduh pihak berwenang meminggirkan mereka. Selama Musim Semi Arab pada tahun 2011, protes massal terhadap kepemimpinan negara itu meletus. Pemerintah Bahrain telah lama menyalahkan Iran karena memicu kerusuhan terhadap dalam negeri mereka.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |