Baju Bekas Jadi Lap Bisa Bikin Rezeki Seret? Ini Penjelasan Buya Yahya

1 week ago 8

Rabu, 2 September 2026 - 16:45 WIB

VIVA – Anggapan bahwa baju bekas yang dijadikan kain lap bisa menyempitkan rezeki masih dipercaya sebagian masyarakat. Kebiasaan tersebut bahkan kerap dikaitkan dengan istilah pamali atau pantangan tertentu.

Namun, benarkah menjadikan pakaian lama sebagai lap dapat membuat rezeki seseorang berkurang? Buya Yahya memberikan penjelasan bahwa persoalannya bukan semata-mata terletak pada fungsi pakaian yang berubah menjadi lap, melainkan bagaimana seseorang memperlakukan nikmat yang telah diberikan Allah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut Buya Yahya, sesuatu yang dapat menjadi penyebab sempitnya rezeki adalah sikap menyia-nyiakan karunia dan tidak mensyukuri nikmat. Ia mencontohkan pakaian yang sebenarnya masih bagus tetapi langsung dijadikan lap, padahal masih dapat digunakan atau diberikan kepada orang lain.

“Yang menyempitkan rezeki adalah membuang-buang karunia, tidak mensyukuri nikmat,” ujar Buya Yahya yang dikutip dari YouTube Al-Bahjah TV pada Rabu, 2 September 2026.

Buya Yahya menjelaskan, seseorang sebaiknya tidak terburu-buru merusak pakaian yang masih layak dipakai hanya karena sudah memiliki pakaian baru. Daripada langsung mengubahnya menjadi kain lap, pakaian tersebut dapat diberikan kepada orang yang memang membutuhkan.

“Jika Anda sudah tidak atau Anda mempunyai baju yang baru, maka baju yang lama itu biasakan jangan gampang dirusak. Hadiahkan pada orang yang memerlukannya,” ujarnya lagi.

Buya Yahya juga menyinggung kebiasaan masyarakat yang menganggap menjadikan baju sebagai lap merupakan sesuatu yang pamali. Menurutnya, istilah tersebut tidak perlu dipercaya sebagai sebuah aturan yang secara otomatis menentukan datang atau perginya rezeki.

Namun, kebiasaan tersebut bisa saja muncul sebagai bentuk pembelajaran agar seseorang tidak terbiasa menyia-nyiakan barang yang masih memiliki manfaat.

“Cuman bisa jadi ini loh, mungkin ada yang disebut dengan pamali, kita tidak mempercayai istilah pamali pamali begitu,” kata Buya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia kemudian memberikan contoh bagaimana kebiasaan orang tua dapat ditiru oleh anak. Jika anak melihat pakaian bagus dengan mudah dipotong dan dijadikan lap, bukan tidak mungkin kebiasaan tersebut terbawa hingga dewasa.

Buya Yahya menegaskan bahwa menggunakan pakaian sebagai lap sebenarnya bukan persoalan jika pakaian tersebut memang sudah tidak layak digunakan. Daripada dibuang begitu saja, kain tersebut masih dapat dimanfaatkan untuk keperluan lain.

Halaman Selanjutnya

“Intinya bukan masalah itu. Kalau baju sudah enggak bisa dipakai ya tentu daripada dibuang bisa dipakai untuk yang lainnya untuk ngelap dan sebagainya,” katanya lagi.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |