Banjir Bandang di Grand Canyon AS Tewaskan 1 Orang, 15 Hilang

1 week ago 23

Senin, 31 Agustus 2026 - 21:06 WIB

Jakarta, VIVA – Setidaknya satu orang tewas dan 15 orang lainnya hilang akibat banjir bandang dahsyat di area lembah bagian dalam Grand Canyon, menurut pernyataan Dinas Taman Nasional AS (NPS).

"Operasi evakuasi jenazah seorang pria berusia 46 tahun di dekat Crystal Rapids, di sepanjang Sungai Colorado, telah rampung," kata badan tersebut pada Minggu malam 30 Agustus 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kantor Pemeriksa Medis Coconino County telah berada di lokasi kejadian, namun pihak NPS tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai korban tewas tersebut.

Pihak berwenang mencatat bahwa jumlah orang yang belum ditemukan telah direvisi menjadi 15 orang, turun dari perkiraan awal sebanyak 20 orang, seiring berlanjutnya upaya pencarian di wilayah Bright Angel Canyon dan Phantom Ranch, yaitu bagian terpencil taman nasional yang terletak di sepanjang Sungai Colorado.

Lonjakan air yang dahsyat pada Sabtu (29/8) menghancurkan hampir seluruh jembatan penyeberangan di atas Bright Angel Creek--anak sungai utama dari Sungai Colorado--serta merusak parah Transcanyon Waterline, yaitu sistem utama penyedia air bagi taman nasional tersebut.

Akibat krisis kekurangan air yang ditimbulkannya, pihak berwenang akan menerapkan pembatasan air Tahap 4 di wilayah South Rim mulai Senin siang 31 Agustus 2026.

Penutupan Operasional dan Langkah Keselamatan

Menanggapi kerusakan infrastruktur tersebut, NPS telah memerintahkan seluruh penyedia layanan akomodasi di dalam taman nasional untuk menghentikan layanan menginap mulai Senin 31 Agustus 2026.

Penutupan itu berdampak pada fasilitas-fasilitas utama, termasuk El Tovar, Bright Angel Lodge, dan Phantom Ranch. Pengunjung yang memiliki reservasi di kota Tusayan, yang terletak tepat di luar batas taman nasional, tidak terdampak oleh kebijakan tersebut.

Area perkemahan di dalam taman nasional hanya akan melayani sistem "dry camping" (berkemah tanpa akses air langsung di lokasi), di mana keran air luar ruangan akan dimatikan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain itu, larangan total penggunaan api diberlakukan di wilayah South Rim dan lembah bagian dalam, yang melarang segala bentuk pembakaran kayu maupun arang.

Meskipun taman nasional tetap dibuka untuk kunjungan harian, pihak pengelola memperingatkan bahwa jam operasional beberapa layanan mungkin akan dikurangi.

Halaman Selanjutnya

Badan Meteorologi Nasional telah mengeluarkan peringatan potensi banjir untuk wilayah tersebut hingga Selasa tengah malam 1 September, dengan prakiraan peluang hujan dan badai petir sebesar 90 persen pada Senin 31 Agustus 2026.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |