Jumat, 28 Agustus 2026 - 18:40 WIB
VIVA –Banjir bandang yang melanda wilayah perbatasan China dan Nepal pada Rabu 26 Agustus lalu menewaskan sedikitnya 474 orang dan menyebabkan lebih dari 1.500 orang hilang hingga Jumat pagi ini. Ratusan korban diketahui merupakan warga negara asing yang berada di wilayah tersebut.
Beberapa korban diketahui ada yang bekerja di wilayah tersebut, ada juga yang mengikuti perjalanan trekking dengan pemandu, atau berziarah ke situs suci umat Hindu. Melansir laman AP News, Jumat 28 Agustus 2026, ribuan orang telah berhasil dievakuasi, sementara sebagian korban yang terluka dibawa ke rumah sakit di ibu kota Nepal, Kathmandu.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Jumlah orang yang masih hilang akibat bencana pada Rabu tersebut dapat berubah seiring berlangsungnya proses pencarian dan penyelamatan, serta karena adanya perbedaan dalam cara lembaga-lembaga terkait mengumpulkan dan memverifikasi data.
Berikut kondisi di sejumlah negara yang terdampak:
Nepal
Otoritas penanggulangan bencana Nepal pada Jumat pagi mengatakan jumlah korban tewas meningkat menjadi 469 orang, sementara 977 orang masih dinyatakan hilang. Otoritas tersebut mengatakan sebanyak 3.253 orang telah dievakuasi menggunakan helikopter. Lebih dari 150 korban luka dibawa ke rumah sakit di Kathmandu serta distrik Rasuwa, Nuwakot, dan Dhading.
Laporan lokal yang mengutip Pusat Operasi Darurat Nasional pada Kamis menyebutkan, orang-orang yang masih hilang terdiri dari 113 wisatawan Nepal, 85 personel keamanan dari militer dan kepolisian, serta 161 warga dari Distrik Rasuwa dan satu orang dari Distrik Nuwakot.
China
Media pemerintah China melaporkan pada Jumat bahwa sedikitnya lima orang tewas dan 558 orang masih hilang di Kabupaten Gyirong, Tibet. Stasiun televisi pemerintah China, CCTV, melaporkan bahwa 260 dari 558 orang yang hilang tersebut merupakan warga negara asing. Selain itu, hampir 100 warga negara China masih hilang di wilayah Nepal, kata Kementerian Luar Negeri China.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
India
Kementerian Luar Negeri India mengatakan 288 warga negaranya masih belum dapat dihubungi. Mereka termasuk 73 orang yang bekerja dalam sebuah proyek pembangkit listrik. Pejabat Nepal mengatakan banyak wisatawan asal India berada di kawasan tersebut untuk berziarah ke Gunung Kailash di Tibet, yang merupakan situs suci bagi umat Hindu.
Halaman Selanjutnya
Amerika Serikat

2 weeks ago
23













