Bank Indonesia Salurkan 32,5 Ton Bantuan bagi Warga Terdampak Gempa Bumi NTT

1 week ago 3

Selasa, 1 September 2026 - 08:03 WIB

Jakarta, VIVA Bank Indonesia (BI) menggelar seremoni pelepasan dan penyerahan bantuan bagi korban bencana gempa bumi di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), dengan tajuk "Bank Indonesia Peduli Nusa Tenggara Timur" di Museum Bank Indonesia, kawasan Kota Tua, Taman Sari, Jakarta Barat, Senin, 31 Agustus 2026.

Total bantuan sebesar 32,5 ton itu terdiri dari 8 kategori utama, yang terdiri dari 18.730 kg sembako, 500 kg peralatan dapur, 750 kg hygiene kit, 327 kg peralatan kesehatan, 805,23 kg obat-obatan, 208 kg family kit, 11.096 kg perlengkapan tidur dan shelter, serta 160 kg perlengkapan bayi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam sambutannya, Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso menyampaikan, keluarga Besar BI menyampaikan rasa duka cita, simpati yang mendalam, dan ketulusan doa kepada seluruh saudara-saudara di Nusa Tenggara Timur, yang tengah diuji oleh peristiwa bencana gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 pada 15 Agustus 2026 yang lalu.

"Setiap duka, kesulitan, dan air mata yang dirasakan oleh saudara-saudara kita di NTT, adalah duka kita bersama sebagai satu keluarga besar bangsa Indonesia. Jarak geografis tidak pernah menjadi penghalang bagi aliran kasih, empati, dan persaudaraan kebangsaan," kata Denny di Museum BI, kawasan Kota Tua, Taman Sari, Jakarta Barat, Senin, 31 Agustus 2026.

BI Salurkan Bantuan ke NTT

Photo :

  • [Mohammad Yudha Prasetya]

Dia mengatakan, penanganan kebencanaan menuntut kerja sama yang terintegrasi, gerak cepat, dan kebersamaan lintas lini. BI pun senantiasa menempatkan diri sebagai mitra strategis yang berjalan seiring, dan berkolaborasi erat dengan Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, BNPB, TNI, Polri, serta berbagai institusi terkait.

"Kerja keras dan keikhlasan seluruh pihak menjadi energi penggerak, sehingga ribuan paket bantuan logistik dapat kita salurkan secara cepat, selamat, dan tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkan," ujarnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Denny menjelaskan, bantuan tanggap darurat dengan total mencapai 32,5 ton tersebut, telah dikirimkan secara bertahap kepada Posko BNPB di Landasan Udara (Lanud) Halim Perdana Kusuma, untuk menyesuaikan dinamika kebutuhan masyarakat terdampak di setiap fase kedaruratan.

Dia merinci, pengiriman pertama difokuskan pada kebutuhan mendesak pascakejadian, meliputi obat-obatan, air mineral, makanan siap saji, serta perlengkapan higienitas yang telah dilaksanakan pada Senin malam, 24 Agustus 2026 sebanyak 8,5 ton atau 7 truk penuh. 

Halaman Selanjutnya

Pengiriman kedua menyesuaikan kebutuhan fase berikutnya, yakni bahan pangan pokok (beras) dan air mineral yang telah dilaksanakan pada Kamis, tanggal 27 Agustus 2026 sebanyak 9,7 ton, yang dikirim menggunakan 1 truk komersil.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |