VIVA – Euforia sebagai tuan rumah Piala Dunia 2026 mendapat tamparan keras. Federasi Sepak Bola Meksiko (FMF) justru kalah dalam proses banding melawan FIFA terkait kasus perilaku diskriminatif suporter, hanya beberapa hari sebelum laga pembuka turnamen bergulir.
Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) resmi menolak banding FMF dan mengumumkan keputusannya pada 3 Juni 2026. Sanksi yang sebelumnya dijatuhkan FIFA pun tetap berlaku.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Masalah yang merugikan FMF ini bukanlah hal asing. Akar masalahnya adalah nyanyian bernada homofobik yang sudah menjadi kebiasaan sebagian suporter Meksiko saat meneriakkan kiper lawan yang akan melakukan tendangan gawang. FIFA sendiri sudah lama menilai nyanyian tersebut sebagai bentuk diskriminasi dan pelanggaran atas aturan anti-diskriminasi sepak bola internasional.
Sorotan dunia soal nyanyian ini sudah muncul sejak Piala Dunia 2014, lalu kembali berulang di edisi 2018 dan 2022. Meski FMF sudah berkali-kali menggelar kampanye edukasi, sebagian suporter tampaknya abai dan terus mengulangi perilaku tersebut di pertandingan internasional.
Suporter Timnas Meksiko
Photo :
- REUTERS/Carl Recine
Sanksi terbaru dari FIFA dipicu oleh insiden yang terjadi sepanjang tahun 2024. Pengawas anti-diskriminasi FIFA mendokumentasikan nyanyian bermasalah tersebut saat Meksiko bertanding melawan Bolivia, Uruguay, Brasil, dan Amerika Serikat.
Federasi Sepak Bola Meksiko mencoba melawan sanksi ini dengan alasan mereka sudah berupaya keras sejak 2015. Federasi merasa sudah melakukan edukasi massal untuk mencegah ujaran kebencian dan menghapus praktik tersebut dari stadion.
Namun, CAS tidak menerima argumen tersebut sepenuhnya. Lembaga arbitrase olahraga tertinggi dunia itu menilai tindakan para suporter terjadi secara kolektif dan meluas, sehingga tak bisa lagi dianggap sebagai insiden terisolasi. CAS juga menegaskan, meski FMF sudah mengambil langkah pencegahan, federasi tetap menanggung jawabi perilaku suporter di lingkungan sepak bola nasional mereka.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Sebagai konsekuensi putusan tersebut, denda dari FIFA tetap berlaku. FMF diwajibkan membayar 140.000 franc Swiss atau setara Rp2,8 miliar. Meski demikian, ada sedikit keringanan. CAS membatalkan sebagian hukuman lain yang sebelumnya mewajibkan penutupan beberapa tribun stadion untuk laga di bawah otoritas FIFA.
Keputusan ini tentu datang di momen yang sangat sensitif. Meksiko akan menjadi negara pertama yang menggelar pertandingan pembuka Piala Dunia 2026 saat menjamu Afrika Selatan di Stadion Azteca pada 11 Juni mendatang.
Halaman Selanjutnya
Selain laga pembuka, Meksiko juga diselimut tugas berat sebagai tuan rumah sejumlah laga fase grup lainnya, termasuk saat melawan Korea Selatan di Guadalajara dan Republik Ceko di Stadion Azteca.

10 hours ago
3















