Batu Tajam hingga Lumpur, Begini Beratnya Tugas Ban Kendaraan di Area Tambang

4 days ago 17

Rabu, 9 September 2026 - 18:19 WIB

Jakarta, VIVA – Aktivitas pertambangan memiliki tantangan yang berbeda dibandingkan penggunaan kendaraan di jalan raya. Kendaraan harus bekerja dalam durasi panjang, membawa beban berat, sekaligus melewati medan yang dipenuhi lumpur, batu tajam hingga permukaan jalan yang tidak rata.

Dalam kondisi seperti itu, ban menjadi salah satu komponen yang punya peran penting. Kerusakan ban tidak hanya membuat perusahaan harus mengeluarkan biaya penggantian, tetapi juga berpotensi menghentikan kendaraan dan mengganggu operasional tambang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sailun Group, menyoroti persoalan tersebut. Perusahaan menyebut ban dapat menyumbang sekitar 15 hingga 20 persen dari total biaya operasional kendaraan.

Artinya, pengelolaan ban menjadi salah satu bagian yang perlu diperhatikan oleh pemilik armada. Terlebih ketika kendaraan bekerja di lingkungan ekstrem dengan risiko ban sobek, tertusuk benda tajam maupun mengalami keausan lebih cepat.

"Di lapangan, para pemilik armada menghadapi tantangan nyata setiap hari, mulai dari lumpur pekat perkebunan hingga batuan tajam di area tambang yang berisiko memicu unplanned downtime," ujar Sales Director PT Sailun Tire Indonesia, Eko Supriyatin di Jakarta, Rabu 9 September 2026.

Menurut dia, kondisi tersebut membuat kebutuhan terhadap ban dengan kemampuan traksi dan daya tahan menjadi semakin penting. Sebab, kendaraan yang berhenti akibat masalah ban dapat memengaruhi produktivitas armada secara keseluruhan.

Dalam ajang Mining Expo 2026, Sailun sekaligus memperkenalkan Terramax M/T 2. Ban mud-terrain tersebut diproduksi secara lokal dan ditujukan untuk kendaraan komersial ringan serta kendaraan pendukung berpenggerak 4x4, terutama pikap.

Terramax M/T 2 menggunakan desain tapak terbuka atau Open Tread Design yang dirancang membantu membuang lumpur dan kerikil dari permukaan ban. Teknologi 3D Interlocking Shoulder Sipes juga digunakan untuk membantu mempertahankan traksi ketika kendaraan melewati medan off-road.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara untuk menghadapi risiko kerusakan akibat kondisi jalan, ban tersebut memiliki konstruksi karkas yang diperkuat serta dinding samping dengan lapisan karet lebih tebal.

Sailun juga membawa portofolio dari beberapa mereknya, yakni Sailun Tire, Maxam, RoadX Tire dan Blackhawk Tire. Khusus Maxam, produk-produknya menyasar kebutuhan ban Off-The-Road (OTR) untuk kendaraan yang bekerja dengan beban berat, termasuk di area pertambangan terbuka.

Halaman Selanjutnya

Bagi pengelola armada, persoalan ban pada akhirnya bukan hanya mengenai berapa harga sebuah ban ketika dibeli. Umur pakai, ketahanan terhadap medan, hingga risiko kendaraan berhenti di tengah operasional ikut menentukan biaya yang harus ditanggung perusahaan.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |