Belajar dari Serangan Iran, Negara Teluk Gagas Proyek Iron Dome Pencegah Rudal Balistik

10 hours ago 2

Rabu, 29 April 2026 - 19:30 WIB

VIVA – Pemimpin negara Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) menggelar KTT konsultatif GCC ke-19 di Jeddah, Arab Saudi, Selasa, menyerukan integrasi militer yang lebih besar di kawasan tersebut dan pembentukan sistem peringatan dini rudal balistik dengan cepat. 

Pertemuan para negara Teluk ini merupakan pertemuan tatap muka pertama para pemimpin Teluk sejak negara-negara mereka menjadi medan perang dalam perang Iran melawan AS dan Israel sejak 28 Februari 2026 lalu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Perang tersebut telah menyebabkan kerusakan pada infrastruktur energi utama di keenam negara GCC, termasuk perusahaan-perusahaan yang terkait dengan AS dan infrastruktur sipil lainnya, serta instalasi militer, juga menjadi sasaran serangan Iran.

Seorang pejabat Teluk, yang berbicara dengan syarat anonim, mengatakan kepada Reuters bahwa pertemuan tersebut bertujuan untuk merancang tanggapan terhadap ribuan serangan rudal dan drone Iran yang dihadapi negara-negara Teluk sejak AS dan Israel melancarkan perang dengan serangan terhadap Iran pada 28 Februari. 

"Yang Mulia menambahkan bahwa para Pemimpin negara-negara Dewan menggarisbawahi pentingnya mengintensifkan integrasi militer di antara negara-negara anggota, dan mempercepat penyelesaian proyek sistem peringatan dini terhadap rudal balistik," kata organisasi itu dalam sebuah pernyataan pada Selasa.

KTT konsultatif GCC ke-19 yang diadakan di Jeddah, Arab Saudi itu mempertemukan para raja, putra mahkota, dan perwakilan pemerintah untuk membahas kemungkinan langkah-langkah bersama di tengah situasi yang terjadi di Iran.

Media pemerintah Saudi melaporkan KTT konsultatif GCC ke-19 tersebut dipimpin Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman bin Abdulaziz, dihadiri Menteri Luar Negeri Saudi Pangeran Faisal bin Farhan bin Abdullah; Wakil Perdana Menteri dan Menteri Luar Negeri UEA Sheikh Abdullah bin Zayed Al Nahyan; Raja Bahrain Hamad bin Isa Al Khalifa; Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani, dan Putra Mahkota Kuwait Sheikh Sabah Khaled Al Hamad Al Sabah.

Belum jelas siapa yang akan mewakili Oman, anggota GCC yang tersisa dalam KTT konsultatif GCC yang dihelat di Jeddah, Arab Saudi tersebut. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Posisi Lemah

GCC telah menghadapi beberapa kritik dari UEA atas apa yang mereka sebut sebagai respons yang tidak memadai terhadap perang. "Memang benar bahwa, secara logistik, negara-negara GCC saling mendukung, tetapi secara politik dan militer, saya pikir posisi mereka adalah yang terlemah dalam sejarah," kata Anwar Gargash, Penasihat Diplomatik Presiden UEA, dalam sebuah konferensi di UEA pada hari Senin.

Halaman Selanjutnya

"Saya mengharapkan posisi yang lemah seperti itu dari Liga Arab, dan saya tidak terkejut karenanya, tetapi saya tidak mengharapkannya dari GCC, dan saya terkejut karenanya."

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |