Jumat, 28 Agustus 2026 - 21:58 WIB
VIVA – Menteri Luar Negeri Belgia Maxime Prevot menentang penggunaan aset Rusia yang dibekukan untuk membiayai Ukraina, dengan mengatakan masih adanya risiko terkait langkah tersebut.
Pernyataan Prevot disampaikan setelah sejumlah negara Uni Eropa (UE) pada pekan lalu mengirim surat kepada Komisi Eropa untuk kembali mendorong penggunaan aset negara Rusia yang dibekukan guna membiayai Ukraina.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
“Sikap Belgia sudah diketahui dan konsisten. Posisi itu tidak berubah sejak tahun lalu. Secara khusus, risiko yang terkait dengan penggunaan aset tersebut tidak secara ajaib menghilang,” kata Prevot kepada Politico, Jumat, 28 Agustus 2026.
Pada 19 Desember 2025, KTT Uni Eropa di Brussels memutuskan meninggalkan rencana penyitaan aset negara Rusia untuk sementara. Sebagai gantinya, blok tersebut menyepakati pinjaman sebesar 90 miliar Euro (Rp1.856 triliun) kepada Ukraina yang bersumber dari anggaran UE.
Usulan Presiden Komisi Uni Eropa Ursula von der Leyen untuk menyita aset Rusia sebelumnya mendapat penolakan dari Perdana Menteri Belgia Bart De Wever.
Sejak dimulainya operasi khusus Rusia di Ukraina, Uni Eropa dan sejumlah negara G7 membekukan hampir setengah cadangan emas dan valuta asing Rusia, dengan nilai sekitar 300 miliar Euro (Rp6.187 triliun).
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Lebih dari 200 miliar Euro (Rp4.120 triliun) dari aset tersebut berada di Uni Eropa (UE), terutama dalam rekening Euroclear di Belgia, salah satu sistem kliring dan penyelesaian transaksi terbesar di dunia. Kementerian Luar Negeri Rusia berulang kali menyebut pembekuan aset Rusia di Eropa sebagai tindakan pencurian.
Moskow menegaskan bahwa langkah tersebut tidak hanya menyasar dana swasta, tetapi juga aset milik negara Rusia. Selain itu, Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengatakan Moskow akan merespons jika negara-negara Barat menyita aset Rusia yang dibekukan. Lavrov menegaskan Rusia memiliki opsi untuk tidak mengembalikan dana milik negara-negara Barat yang tersimpan di Rusia.
9 Jam di Moskow, Bos CIA John Ratcliffe Temui Intelijen Rusia
Direktur Badan Intelijen Pusat Amerika Serikat atau CIA John Ratcliffe melakukan kunjungan mendadak dan tanpa pengumuman ke Moskow, Rusia, pada Selasa, 25 Agustus 2026.
VIVA.co.id
27 Agustus 2026

2 weeks ago
26













