Selasa, 25 Agustus 2026 - 14:28 WIB
Jakarta, VIVA – Jumlah korban tewas akibat gempa yang mengguncang Venezuela pada Juni lalu telah mencapai 6.509 orang, demikian laporan terbaru yang dirilis Presiden Majelis Nasional Venezuela Jorge Rodriguez.
Sebanyak 226.696 penyintas gempa telah mendapat perawatan di rumah sakit dan 6.462 lainnya berhasil diselamatkan, kata Rodriguez di Telegram, Senin malam, 24 Agustus 2026.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Berdasarkan data terkini, pihal berwenang telah memeriksa 60.785 bangunan tempat tinggal. Sebanyak 35.545 bangunan di antaranya dinyatakan layak huni, 14.239 unit untuk penggunaan terbatas, dan 11.001 unit masuk kategori berisiko tinggi.
Selama upaya pemulihan, lebih dari 600.000 ton atau setara 28,61 persen dari total limbah konstruksi telah dibersihkan dari daerah terdampak gempa.
Penjabat Presiden Venezuela, Delcy Rodriguez, Senin, mengatakan pemerintah telah menyediakan 335 rumah baru bagi keluarga-keluarga yang terdampak gempa.
Pemerintah juga telah membangun kembali 1.001 hunian, dengan target lebih dari 4.000 rumah dan apartemen bagi keluarga terdampak hingga akhir tahun.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Pada 24 Juni, dua gempa kembar berkekuatan 7,2 dan 7,5 magnitudo mengguncang Venezuela. Negara Bagian La Guaira dan ibu kota Caracas menjadi wilayah yang terdampak paling parah.
Sehubungan dengan kondisi tersebut, Venezuela kemudian menetapkan status darurat dan meluncurkan program pemulihan besar-besaran. (Ant)
7.029 Gempa Susulan Guncang NTT, Terbesar 6,2 Magnitudo
BMKG mencatat sedikitnya 7.029 gempa susulan mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), hingga Selasa, 25 Agustus 2026, pasca gempa bumi utama 7,7 magnitudo.
VIVA.co.id
25 Agustus 2026

52 minutes ago
1
















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9310865/original/081850900_1785378315-cropped-2d7f636b-2380-40cc-a881-ea61c56069f5.jpg)

