Jakarta, VIVA – Bank Indonesia menegaskan kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI) berpotensi meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan inovasi dalam pelaksanaan tugas bank sentral maupun sektor keuangan dalam jangka menengah dan panjang.
Hal itu disampaikan dalam Executive Meeting of East Asia-Pacific Central Banks (EMEAP) ke-31 Governors' Meeting yang diselenggarakan pada Kamis (23/7) dan Jumat di Singapura.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan bahwa implementasi AI di Bank Indonesia dilakukan secara bertahap melalui penguatan kualitas data dan metadata, tata kelola, kapabilitas sumber daya manusia, serta pengembangan berbagai inovasi, dengan tetap menjaga kedaulatan data dan infrastruktur strategis.
“Keberhasilan adopsi AI tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada sinergi antara manusia, proses, dan tata kelola yang baik,” kata Perry dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Jumat, 24 Juli 2026.
Melalui pertemuan tersebut, para Gubernur Bank Sentral kawasan Asia Pasifik sepakat memperkuat tata kelola adopsi AI di bank sentral. Forum membahas peluang pemanfaatan AI untuk meningkatkan kinerja bank sentral, sekaligus potensi risikonya terhadap perekonomian dan stabilitas sistem keuangan.
Karena itu, para gubernur menegaskan pentingnya kesigapan bank sentral dalam merespons dinamika global melalui bauran kebijakan yang adaptif, serta memastikan adopsi AI dilakukan secara bertanggung jawab melalui penguatan tata kelola, pengawasan, dan mitigasi risiko.
Forum juga menyoroti bahwa adopsi AI di bank sentral dan sektor keuangan perlu diimbangi dengan penguatan tata kelola dan kerangka pengawasan. Langkah tersebut dipandang penting untuk mengantisipasi meningkatnya risiko akibat ketergantungan pada penyedia teknologi AI dan komputasi awan (cloud), serta keterkaitan risiko antarlembaga keuangan dan lintas negara.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Sejalan dengan itu, para Gubernur Bank Sentral EMEAP juga sepakat memperkuat kolaborasi regional untuk berbagi pengalaman dan praktik terbaik dalam pengembangan tata kelola AI, peningkatan ketahanan siber, serta penanganan penipuan digital (digital fraud and scams) yang semakin bersifat lintas negara.
Pertemuan EMEAP ke-31 dihadiri Gubernur Bank Sentral Australia, Hong Kong SAR, Indonesia, Jepang, Korea, Malaysia, Selandia Baru, Filipina, Singapura, dan Thailand, serta Deputi Gubernur Bank Sentral Tiongkok dan Hong Kong SAR. Selanjutnya, pertemuan EMEAP ke-32 tahun 2027 akan dipimpin oleh Bank Indonesia.
Ancaman AI terhadap Profesi, Privasi, dan Keamanan Siber, Tantangan Besar yang Tak Bisa Lagi Diabaikan
AI membawa ancaman baru bagi profesi, privasi, dan keamanan siber. Simak dampaknya terhadap dunia kerja, risiko deepfake, serta tantangan besar yang harus segera dihadapi
VIVA.co.id
24 Juli 2026

6 hours ago
2











