VIVA – Persija Jakarta akhirnya mengeluarkan pernyataan resmi setelah pelatih kepala mereka, Shin Tae-yong, dilaporkan menerima sanksi disiplin dari Federasi Sepak Bola Korea Selatan atau KFA.
Melalui pernyataan yang dirilis Corporate Communications Persija, manajemen menyampaikan menghormati keputusan yang telah ditetapkan oleh KFA terkait kasus yang menimpa mantan pelatih Timnas Indonesia tersebut.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Persija menghormati keputusan yang telah ditetapkan oleh Korea Football Association (KFA) terkait situasi yang berkembang saat ini," tulis pernyataan resmi Persija, Jumat 24 Juli 2026.
Klub ibu kota itu juga memastikan tidak akan terburu-buru mengambil keputusan. Persija akan terus memantau perkembangan kasus, menjalin komunikasi dengan seluruh pihak terkait, serta mempelajari berbagai aspek sebelum menentukan langkah selanjutnya.
"Persija akan terus memantau perkembangan, menjalin komunikasi secara intensif dengan seluruh pihak terkait, serta mempelajari berbagai aspek yang berkaitan dengan situasi ini sebelum mengambil keputusan resmi."
Persija turut memastikan bahwa setiap perkembangan mengenai status Shin Tae-yong akan diumumkan melalui saluran komunikasi resmi klub.
"Segala informasi terkait perkembangan situasi ini akan disampaikan secara resmi melalui kanal komunikasi resmi Persija."
Pernyataan tersebut muncul setelah KFA dikabarkan menjatuhkan sanksi disiplin kepada Shin Tae-yong atas kasus yang terjadi ketika ia masih menangani klub K League, Ulsan HD.
Sebelumnya diberitakan, laporan Yonhap pada Kamis, 23 Juli 2026, menyebut seorang pejabat KFA mengonfirmasi bahwa Komite Disiplin telah menggelar rapat dan memutuskan memberikan tindakan disiplin kepada Shin Tae-yong.
Kasus ini bermula saat Shin Tae-yong melatih Ulsan HD pada Agustus 2025. Ia hanya bertahan sekitar dua bulan sebelum diberhentikan di tengah ancaman degradasi.
Kontroversi kemudian mencuat setelah beredar video yang memperlihatkan Shin Tae-yong menampar pipi bek Ulsan, Jeong Seung-hyeon, dalam sebuah pertemuan tim. Selain dugaan penyerangan, media Korea Selatan juga melaporkan adanya tudingan penggunaan kata-kata kasar kepada pemain.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
KFA mulai menyelidiki kasus tersebut sejak Desember 2025. Setelah proses investigasi selama sekitar delapan bulan, Komite Disiplin akhirnya menjatuhkan sanksi kepada Shin Tae-yong.
Meski demikian, KFA tidak mengungkapkan secara resmi bentuk hukuman yang dijatuhkan dengan alasan menyangkut informasi pribadi yang sensitif.
Halaman Selanjutnya
Namun, sejumlah media Korea Selatan, termasuk Channel A, melaporkan bahwa hukuman tersebut tergolong berat. Shin Tae-yong disebut berpotensi menerima penangguhan kualifikasi hingga 10 tahun, larangan beraktivitas di kompetisi sepak bola Korea Selatan, hingga dilarang terlibat dalam kegiatan sepak bola di bawah yurisdiksi KFA.

5 hours ago
2











