BI Ungkap 3 Syarat Ekonomi RI Bisa Capai 6 Persen pada 2027

2 weeks ago 12

Kamis, 27 Agustus 2026 - 19:48 WIB

Jakarta, VIVA – Bank Indonesia (BI) menilai bahwa  pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2027 berpotensi untuk mencapai 6 persen seperti yang tertuang dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027. Asakan ada tiga asumsi yang harus terpenuhi.

Deputi Gubernur BI Aida S. Budiman mengungkapkan, BI sendiri memproyeksikan pertumbuhan ekonomi nasional pada 2027 diperkirakan berada dalam kisaran 5,1 persen sampai dengan 5,9 persen.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Mendukung tema strategi ekonomi dan fiskal 2027 tumbuh lebih tinggi dan sejahtera lebih cepat, kami melihat adanya kemungkinan untuk bisa PDB menjadi lebih tinggi lagi atau kalau dari kisaran kami yang sekarang 5,9 persen menuju kepada 6 persen,” kata Aida dalam Rapat Kerja (Raker) Banggar DPR RI di Jakarta, Kamis, 27 Agustus 2026.

Lebih lanjut, Aida menjelaskan bahwa salah satu asumsi untuk mencapai pertumbuhan lebih tinggi adalah lebih baiknya prospek ekonomi global. Apabila prospek ekonomi global membaik, maka diharapkan dapat meningkatkan permintaan ekspor Indonesia termasuk aliran modal masuk khususnya dari penanaman modal asing dan juga portofolio.

Selain itu, asumsi lain yakni peningkatan investasi dengan akselerasi proyek strategis nasional, serta realisasi optimalisasi penerimaan devisa hasil ekspor (DHE) termasuk kenaikan inflows akibat dari pertumbuhan ekonomi dan berbagai macam langkah-langkah yang dilakukan oleh pemerintah.

“Terakhir, Bank Indonesia juga terus memperkuat sinergi dan langkah-langkah untuk menjaga stabilitas dan ketahanan nasional serta untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional,” kata Aida.

Secara umum, Aida menjelaskan bahwa prospek perekonomian global masih banyak diwarnai oleh risiko yang tetap tinggi, terutama dari geopolitik perang Timur Tengah yang memperburuk gangguan produksi, distribusi, dan rantai pasok perdagangan antarnegara.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Dengan perkembangan tersebut, maka prospek perekonomian di 2027 kami perkirakan membaik sedikit menjadi 3,3 persen dengan harapan menurunnya tensi geopolitik Timur Tengah. Inflasi global diperkirakan berlanjut sehingga mendorong kebijakan moneter global lebih ketat,” kata Aida.

Ia menambahkan, suku bunga kebijakan moneter Amerika Serikat (Fed Funds Rate) saat ini dipertahankan pada level 3,5-3,75 persen dan terdapat kemungkinan akan naik pada triwulan IV 2026 serta bertahan pada 2027. Imbal hasil US Treasury juga masih tinggi, termasuk indeks dolar AS terhadap berbagai macam mata uang.

Halaman Selanjutnya

“Pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap terjaga baik dan perlu terus didorong untuk memperkuat momentum pertumbuhan,” ujar Aida.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |