Biaya Hidup Makin Mencekik, Supermarket Ramai-Ramai Banting Harga Ribuan Produk

3 weeks ago 12

Minggu, 24 Mei 2026 - 17:10 WIB

Jakarta, VIVA – Lonjakan harga bahan bakar mulai memberi tekanan besar terhadap pengeluaran rumah tangga di Amerika Serikat. Di tengah biaya hidup yang terus meningkat, sejumlah ritel besar seperti Walmart dan Kroger memilih memangkas harga ribuan produk demi mempertahankan daya beli konsumen.

Strategi ini dilakukan setelah harga bensin di Negeri Paman Sam ini melonjak drastis akibat konflik geopolitik di Timur Tengah. Kondisi tersebut membuat masyarakat semakin berhati-hati dalam membelanjakan uang mereka, termasuk untuk kebutuhan sehari-hari seperti makanan dan bahan pokok.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

CEO Kroger Greg Foran mengatakan, perusahaan akan menguji pemotongan harga pada ribuan produk untuk menarik lebih banyak pembeli dari pesaing yang menawarkan harga murah. Menurutnya, konsumen kini sangat sensitif terhadap harga karena tekanan ekonomi yang semakin terasa.

“Faktanya, total belanja konsumen memang harus turun. Dan kebutuhan setiap orang tidak sama,” kata Greg Foran, sebagaimana dikutip dari Investopedia, Minggu, 24 Mei 2026. “Karena itu, penurunan harga perlu dilakukan pada ribuan produk,” ucapnya. 

Fenomena konsumen yang makin hemat sebenarnya sudah berlangsung sejak inflasi di Amerika melonjak pada 2022. Namun, kenaikan harga bensin tahun ini memperburuk situasi. Banyak masyarakat mulai mengurangi pengeluaran non-prioritas dan lebih selektif saat berbelanja kebutuhan pokok.

Di sisi lain, Walmart juga mengambil langkah serupa. Perusahaan ritel terbesar di Amerika itu mengaku terus memperluas program diskon untuk menjaga loyalitas konsumen.

CEO Walmart John Furner mengatakan perusahaan masih fokus memperpanjang program pemotongan harga yang sudah dimulai sejak semester kedua tahun lalu.

“Kami terus berinvestasi pada harga, termasuk memperluas program penurunan harga yang sudah kami mulai sejak paruh kedua tahun lalu,” ujar John Furner.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara itu, CFO Walmart John David Rainey mengungkapkan bahwa perusahaan telah memangkas harga sekitar 7.200 produk. Jumlah tersebut meningkat lebih dari 20 persen dibandingkan tahun lalu.

Harga bensin yang terus naik menjadi faktor utama perubahan perilaku konsumen. Saat ini, rata-rata harga bensin di Amerika mencapai US$4,56 per galon atau sekitar Rp80.256 per galon, setara sekitar Rp21.200 per liter dengan asumsi kurs Rp17.600 per dolar AS.

Halaman Selanjutnya

Angka tersebut naik lebih dari 50 persen sejak akhir Februari lalu. Kenaikan dipicu konflik Iran dan penutupan hampir total Selat Hormuz, jalur penting perdagangan energi dunia.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |