Jakarta, VIVA – Aset kripto mengalami pergerakan tajam setelah Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, menyatakan konflik dengan Iran kemungkinan akan segera berakhir. Pernyataan Trump sontak mengguncang pasar aset digital hingga membuat harga Bitcoin turun kembali ke bawah level psikologis US$70.000.
Pada perdagangan Senin sore waktu Amerika Serikat, 9 Maret 2026, Bitcoin terpantau berada di kisaran US$69.000 atau turun dari posisi sebelumnya. Padahal, dalam 24 jam terakhir masih mencatat kenaikan sekitar 2,4 persen.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Mengutip CoinMarketCap hingga pukul 14.45 WIB pada Selasa, 10 Maret 2026, Bitcoin memangkas penurunan yang disebabkan pernyataan Trump. Aset digital termahal di dunia ini berada di level US$70.305,39 atau naik 3,44 persen dalam 24 jam terakhir.
Pernyataan Trump memicu pergerakan besar di berbagai pasar keuangan global. Ia mengatakan operasi militer terhadap Iran telah berjalan jauh lebih cepat dari perkiraan awal.
Kepulan Asap Pasca Serangan ke Iran
Photo :
- Fatemeh Bahrami/Anadolu via Getty Images.
“Tindakan terhadap Iran jauh lebih cepat dari yang diperkirakan dalam jangka waktu empat hingga lima minggu” ujar Trump dikutip dari Coindesk, Selasa, 10 Maret 2026.
Selain kripto, perkataan Trump memicu gejolak di pasar secara luas. Pasar modal di AS bangkit dipimpin lonjakan indeks Nasdaq Composite sebesar 1,25 persen dan indeks S&P 500 naik 0,8 persen jelang penutupan perdagangan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Perkataan Trump juga memberi angin segar bagi saham-saham perusahaan terkait industri kripto seiring sentimen risk-on dari investor. Saham Circle melonjak sekitar 10 persen, saham Strategy naik sekitar 5 persen, dan Coinbase menguat sekitar 2 persen.
Di sisi lain, pasar energi justru bergerak berlawanan. Harga minyak mentah yang sebelumnya melonjak tajam akibat konflik Timur Tengah mulai terkoreksi setelah muncul sinyal meredanya ketegangan.
Harga minyak West Texas Intermediate bahkan turun tajam hingga sekitar US$85 per barel setelah sebelumnya sempat melonjak hingga US$120 per barel pada Minggu malam. Secara keseluruhan, harga minyak tercatat turun sekitar 6 persen pada perdagangan hari itu.
Harga Minyak Dunia Anjlok 10 Persen Setelah Tembus US$100, Ancaman Trump ke Iran Jadi Pemicu
Harga minyak dunia merosot tajam lebih dari 10 persen pada awal perdagangan di Asia pada Selasa, 10 Maret 2026. Ancaman Trump ke Iran menjadi penyebab harga rontok.
VIVA.co.id
10 Maret 2026

14 hours ago
1










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5479806/original/021929400_1768990958-makanan_beku_sehat.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500390/original/054028400_1770863825-IMG01145.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3429214/original/050982400_1618458325-dan-dealmeida-4aM_QE-HRLw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5124902/original/069816200_1738908499-glass-water-ai-generated.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5523066/original/035189100_1772787502-andi_campak.jpeg)

