BKSDA Kalbar Translokasi Tiga Orang Utan Mitigasi Dampak Kemarau

2 weeks ago 7

Kamis, 27 Agustus 2026 - 16:50 WIB

VIVA –Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat melakukan evakuasi dan pemindahan (translokasi) tiga individu orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus) di Kabupaten Ketapang. Hal ini dilakukan sebagai bentuk mitigasi dan perlindungan dari dampak puncak musim kemarau

Tiga individu itu adalah satu induk betina bernama Mamak Yuni berusia kurang lebih 18 tahun, satu anak jantan bernama Pura berusia 8-10 bulan dan satu remaja betina bernama Yuni berusia kurang lebih 8 tahun. Ketiganya dievakuasi oleh tim gabungan BKSDA Kalimantan Barat, Balai Taman Nasional Gunung Palung dan Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) di Desa Tanjung Pura, Kecamatan Muara Pawan, pada Jumat 21 Agustus 2026 lalu. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kepala BKSDA Kalimantan Barat, Murlan Dameria Pane menjelaskan pergerakan satwa menuju area sekitar pemukiman dan perkebunan warga terjadi akibat dinamika kondisi alam musim kemarau di sekitar koridor habitatnya. Guna mengantisipasi potensi interaksi negatif serta memastikan kesehatan satwa tetap terjaga, BKSDA Kalbar mengambil tindakan preventif dengan memindahkan orangutan ke area konservasi yang jauh lebih aman. 

"Langkah evakuasi ini merupakan bentuk komitmen penanganan cepat di lapangan. Kami memastikan satwa mendapatkan perlindungan optimal di habitat alam yang luas, aman, dan memiliki ketersediaan pakan melimpah," katanya di Jakarta, Kamis 27 Agustus 2026. 

Sebelum ditranslokasikan, tim dokter hewan YIARI melangsungkan pemeriksaan medis secara menyeluruh di lokasi. Hasil pemeriksaan menyatakan ketiga orangutan berada dalam kondisi sehat, memiliki sifat liar yang alami, dan sangat siap untuk kembali hidup bebas di kawasan konservasi. Pada Jumat malam 21 Agustus 2026 pukul 20.30 WIB, setelah menempuh perjalanan terpadu melalui jalur darat dan sungai, ketiga orangutan berhasil dilepasliarkan di kawasan Taman Nasional Gunung Palung (Sektor Batu Barat). 

Selain aksi di Ketapang, BKSDA Kalimantan Barat juga menindaklanjuti laporan warga Desa Pemangkat, Kecamatan Simpang Hilir, Kabupaten Kayong Utara, terkait ditemukannya satu individu orangutan yang melintas di sekitar perkebunan warga pada Kamis 20 Agustus 2026. Petugas BKSDA Kalbar kemudian ke lokasi dan melakukan verifikasi spasial serta memberikan pendampingan kepada pemilik kebun. 

Saat ini, BKSDA Kalbar sedang menyiapkan rencana penanganan lanjutan secara terukur agar orangutan tersebut dapat dipindahkan ke kawasan hutan terdekat. Kementerian Kehutanan terus mengimbau masyarakat untuk menjaga ketenangan dan mengedepankan koordinasi serta pelaporan berkala melalui call center BKSDA setempat apabila menemukan satwa liar yang melintas di sekitar lingkungan permukiman, demi menjaga keselamatan warga sekaligus kelestarian keanekaragaman hayati Indonesia.
 

Ilustrasi ekonomi hijau.

Sustainability 360 Forum Tekankan Pentingnya Kota Berkelanjutan untuk Mitigasi Bencana

Sustainability 360 Forum 2026 membahas soal tantangan pengelolaan perkotaan yang makin kompleks mulai dari urbanisasi, transportasi, layanan dasar, hingga perubahan iklim

img_title

VIVA.co.id

26 Agustus 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |