Jakarta, VIVA – Teknologi blockchain selama ini lebih banyak dikenal sebagai fondasi di balik aset digital dan mata uang kripto. Namun perkembangan teknologi membuat pemanfaatannya semakin luas, termasuk masuk ke sektor pendidikan.
Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya menjadi salah satu institusi pendidikan di Indonesia yang mulai mengadopsi teknologi blockchain untuk sistem ijazah digital. Langkah tersebut diperkenalkan bertepatan dengan penyelenggaraan Wisuda Sarjana ke-87 dan Pascasarjana ke-61.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Penerapan teknologi tersebut menjadi bagian dari transformasi layanan digital yang dilakukan kampus untuk menjawab kebutuhan era modern, terutama terkait keamanan dan kemudahan verifikasi dokumen akademik.
Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Sumber Daya Manusia Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, Dr. Yohanes Eko Adi Prasetyanto, menjelaskan bahwa kehadiran sistem baru ini bukan sekadar mengubah dokumen fisik menjadi format digital.
“Ini bukan sekadar digitalisasi dokumen, tetapi bagian dari ekosistem layanan digital yang kami bangun untuk mahasiswa dan alumni," ujarnya, dikutip Senin 25 Mei 2026.
Selama ini proses pengecekan keaslian ijazah sering membutuhkan waktu karena harus melalui mekanisme administrasi kampus. Dengan sistem berbasis blockchain, proses verifikasi dapat dilakukan lebih cepat serta bisa diakses dari berbagai lokasi.
![]()
![]()
Teknologi blockchain bekerja menggunakan sistem pencatatan digital terdesentralisasi yang dirancang agar data tidak mudah dimanipulasi. Setiap dokumen memiliki identitas digital unik yang tersimpan dalam jaringan sehingga keasliannya dapat diperiksa kapan saja.
Dalam pengembangan sistem tersebut, Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya bekerja sama dengan perusahaan teknologi Knowledge Catalyst Pte. Ltd yang menyediakan infrastruktur blockchain dan telah digunakan lebih dari seribu institusi di berbagai negara.
Chief Executive Officer Knowledge Catalyst Pte. Ltd, Rudy J. Rahardjo, menyebut teknologi yang dipakai mengacu pada standar internasional.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
“Atma Jaya menggunakan teknologi Blockchain berstandar internasional, seperti yang digunakan di Singapura. Tujuannya untuk menjamin keamanan ijazah tanpa harus membangun sistem dari nol, namun tetap mematuhi aturan penyimpanan data di Indonesia,” katanya.
Teknologi yang digunakan juga dirancang mengikuti standar W3C DID atau Decentralized Identifier. Sistem tersebut memungkinkan proses penerbitan dokumen terekam secara transparan serta dapat diverifikasi secara kriptografis.
Halaman Selanjutnya
Selain itu, sistem yang diterapkan juga disebut memenuhi standar keamanan informasi ISO 27001 dan perlindungan data pribadi ISO 27701.

2 weeks ago
5














:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6284541/original/079194300_1779159392-unnamed__42_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5575090/original/094355400_1778037587-cropped-6b94bc59-8fb4-4b76-874b-71a6a7262057.jpg)