BNPB Bakal Lakukan 3 Strategi Operasi Modifikasi Cuaca di 4 Provinsi, Ini Titiknya

6 days ago 3

Senin, 7 September 2026 - 23:47 WIB

Jakarta, VIVA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus melakukan operasi modifikasi cuaca (OMC), melalui tiga strategi untuk mendatangkan hujan dan membantu meluruhkan abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau.

Dalam Rapat Terbatas (Ratas) terkait Perkembangan Penanganan Bencana Alam bersama Presiden Prabowo Subianto, Kepala BNPB, Suharyanto mengatakan, tiga strategi OMC untuk meminimalisir dampak abu vulkanik itu akan dilakukan di empat provinsi, yakni Lampung, Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Strategi pertama, BNPB tetap menyiagakan satu tim dan armada udara di Lapangan Udara Pondok Cabe, Tangerang Selatan, untuk mengantisipasi apabila kondisi penerbangan di wilayah tersebut kembali memungkinkan.

"Hari ini kami menggunakan tiga strategi, yang pertama tetap kami gunakan ada satu tim di Pondok Cabe, antisipasi kalau nanti bisa terbuka ini segera bisa naik untuk melaksanakan operasi modifikasi cuaca di wilayah Jakarta dan sekitarnya," kata Suharyanto, Senin, 7 September 2026.

Pesawat BNPB yang digunakan untuk operasi modifikasi cuaca

Strategi kedua, BNPB akan berupaya melaksanakan OMC dari Bandara Kertajati di Majalengka, Jawa Barat, setelah mendapatkan informasi bahwa kondisi bandara tersebut telah terbuka.

Apabila kondisi penerbangan di Pulau Jawa masih tertutup, BNPB telah menyiapkan strategi ketiga yakni dengan menggeser pesawat OMC dari Kalimantan menuju Semarang, Jawa Tengah.

"Nah di Semarang ini nanti kami akan melaksanakan OMC karena Bandara Ahmad Yani Semarang ini tidak tertutup, ini paling tidak kami bisa melaksanakan OMC untuk meluruhkan abu-abu yang sekarang menutupi penerbangan di empat provinsi tersebut," ujarnya.

Sementara itu, pelaksanaan OMC sebenarnya telah diupayakan sejak kemarin, setelah Gunung Anak Krakatau terpantau erupsi pada Minggu dini hari. Namun, kondisi ruang udara yang belum memungkinkan menyebabkan pesawat OMC belum dapat diterbangkan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Tapi hari kemarin kami belum bisa berhasil Pak Presiden karena semua pesawat ini tidak bisa terbang, tertutup," kata Suharyanto.

Dia mengatakan, keputusan pelaksanaan OMC akan terus mengikuti perkembangan status abu vulkanik dan NOTAM (Notice to Air Missions) atau informasi ruang udara. Selain itu, kondisi cuaca, atmosfer, dan faktor keselamatan penerbangan, juga akan menjadi faktor penentu dalam pelaksanaan OMC.

Halaman Selanjutnya

BNPB menjelaskan, dalam upaya mengurangi dampak persebaran abu vulkanik, OMC akan dilakukan melalui dua teknik. Pertama, melakukan penyemaian awan potensial untuk mengoptimalkan peluang hujan yang dapat meluruhkan abu vulkanik yang tersebar.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |