BNPB Ungkap Karhutla di Sumatera Relatif Menurun, tapi Ada Penambahan Titik Panas di Sumsel

2 weeks ago 11

Senin, 31 Agustus 2026 - 16:33 WIB

Jakarta, VIVA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan perkembangan terbaru soal kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di wilayah Indonesia.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan menjelaskan hot spot atau titik panas di provinsi Sumatera relatif menurun.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berton mengatakan bahwa Provinsi Karhutla di Provinsi Riau menurun. Titik panas di Riau turun 202, hanya menjadi 62 titik. Sedangkan titik api di Riau juga tinggal 12 titik dengan jarak pandang 5 km.

Namun, ada peningkatan titik panas di wilayah Sumatera Selatan (Sumsel) sebesar 209, menjadi 1.013 titik. Penurunan titik api di Sumsel juga menurun menjadi 11 titik dengan jarak pandang kurang dari 5 km.

"Sedangkan di provinsi Riau, Sumatera Selatan (Sumsel) dan Jambi, titik api relatif menurun. Sedangkan titik panas terjadi peningkatan di Sumatera Selatan sebesar 209 titik panas menjadi 1.013 titik," kata Berton dalam konferensi pers, Senin, 31 Agustus 2026.

Sementara, titik panas di Provinsi Jambi mengalami penurunan sebesar 86, menjadi 49 titik. Titik api di Jambi hanya tinggal 4 kawasan dengan jarak pandang 7 km.

"Sedangkan di Riau maupun di Jambi, titik panas berkurang secara signifikan. Jarak pandang pun bervariasi antara 4 sampai 5 km di Riau maupun Sumatera Selatan, sedangkan jarak pandang di Jambi sekitar 7 km," imbuhnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengeluarkan peringatan keras terhadap pihak yang sengaja membakar hutan dan lahan di Provinsi Riau. Tak hanya pelaku di lapangan, Prabowo menegaskan korporasi yang terbukti memerintahkan pembakaran lahan terancam kehilangan seluruh izin usahanya.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat berdialog dengan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau M. Edy Afrizal dalam peninjauan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Senin 24 Agustus 2026. Dialog itu ditayangkan melalui YouTube Sekretariat Presiden.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Edy melaporkan masih terdapat 306 hotspot di Riau. Titik panas tersebut terutama berada di wilayah selatan, sementara kawasan utara relatif aman.

Prabowo kemudian menaikkan peringatan terhadap korporasi yang diduga terlibat dalam praktik pembakaran lahan. Ia meminta kepolisian, kejaksaan, dan aparat intelijen melakukan penyelidikan apabila ditemukan indikasi perusahaan memerintahkan pembakaran.

Halaman Selanjutnya

“Apalagi kalau ada korporasi yang menyuruh, itu saya minta polisi, kejaksaan, selidiki. Intelijen selidiki, ya,” ujar Prabowo.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |