Minggu, 6 September 2026 - 05:01 WIB
Jakarta, VIVA – Sekitar 50 anggota Staf Gabungan Militer Amerika Serikat (AS) harus menjalani tes poligraf, terkait kebocoran informasi termasuk soal kekurangan amunisi AS di tengah konflik melawan Iran.
Laporan The New York Times (NYT) menyebut, tes poligraf itu dilakukan pada Agustus 2026 lalu, dimana para perwira militer serta pegawai sipil di Departemen Pertahanan AS ditanyai apakah mereka membocorkan informasi mengenai amunisi kepada media.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Kepada media tersebut, Juru Bicara Pentagon, Sean Parnell, menolak berkomentar mengenai masalah internal kepegawaian maupun penyelidikan yang sedang berlangsung.
"Namun, kami menganggap semua kebocoran informasi rahasia terkait keamanan nasional sebagai hal yang sangat serius dan kami melakukan penyelidikan sesuai prosedur," kata Parnell, dikutip Minggu, 6 September 2026.
Dalam laporan yang diterbitkan pada Juni lalu, disebutkan bahwa selama berkonflik dengan Iran, AS telah menghabiskan hampir seluruh persediaan rudal jelajah siluman.
Selain itu, dilaporkan pula AS telah menembakkan rudal Tomahawk dalam jumlah yang setara dengan pengadaan selama satu dekade di masa damai.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Kemudian, NYT juga memberitakan bahwa AS telah menghabiskan kapasitas produksi total rudal Patriot, setara dengan kapasitas produksi nasional dalam dua tahun.
Pada April lalu, laporan analitis dari Center for Strategic and International Studies menyebut, AS berisiko menghadapi kekurangan kritis rudal berpemandu presisi dalam konflik skala besar di masa mendatang karena persediaan senjatanya semakin menipis. (Ant).
Trump Ancam Bikin AS Defisit Perdagangan Jika The Fed Tak Pangkas Suku Bunga
Trump mengancam akan menghentikan perdagangan dengan negara-negara lain, apabila bank sentral AS, The Federal Reserve (The Fed), tidak menurunkan suku bunganya.
VIVA.co.id
5 September 2026

1 week ago
17













