Bos BGN Ungkap Program MBG Bisa Bikin Anak Makin Sehat dan Tinggi Seperti di Jepang

4 hours ago 1

Rabu, 29 April 2026 - 13:44 WIB

Makassar, VIVA – Pemerintah terus berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia, yang kini mengarah pada pendekatan jangka panjang berbasis gizi dan perubahan gaya hidup. 

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana menjelaskan Indonesia mulai mengadopsi strategi yang telah terbukti berhasil di Jepang dalam mendorong peningkatan tinggi badan dan kualitas kesehatan generasi secara signifikan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia mengungkapkan bahwa Jepang menjadi salah satu contoh nyata keberhasilan intervensi gizi terstruktur yang berdampak langsung pada peningkatan tinggi badan masyarakat.

Suasana dapur MBG di Brebes saat akan menyiapkan untuk disalurkan ke sekolah

“Jepang itu sudah melakukan makan bergizi hampir 100 tahun. Kita lihat dalam kurun waktu sekitar 50 tahun, tinggi badan rata-rata laki-laki Jepang naik dari 159 cm menjadi sekitar 170 cm,” ujar Dadan dalam Forum U25 Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum  PTN-BH yang dihadiri para rektor dari 24 PTN-BH di Makassar, dikutip Rabu, 29 April 2026.

Menurut Dadan, keberhasilan tersebut tidak hanya berhenti pada peningkatan fisik, tetapi juga berlanjut pada perubahan pola hidup masyarakat. Ia menjelaskan bahwa dalam fase awal, intervensi dilakukan melalui penyediaan makanan bergizi, kemudian dilanjutkan dengan edukasi, hingga akhirnya membentuk kebiasaan hidup sehat secara mandiri. 

“Awalnya intervensi, setelah itu edukasi, dan pada akhirnya menjadi kebiasaan gaya hidup sehat. Itu yang terjadi di Jepang,” katanya.

Menariknya, tren di Jepang menunjukkan bahwa peningkatan tinggi badan justru diikuti dengan penurunan berat badan dalam 20 tahun terakhir. Hal ini menjadi indikator keberhasilan pola hidup sehat yang tidak hanya meningkatkan pertumbuhan, tetapi juga menjaga proporsi tubuh ideal. 

“Sekarang kita lihat, tinggi badan naik, tapi berat badan turun. Artinya gaya hidup sehat sudah terbentuk,” tambahnya.

BGN menilai pendekatan serupa relevan diterapkan di Indonesia, terutama melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyasar kelompok usia kritis. Intervensi difokuskan pada dua fase penting, yakni 1.000 hari pertama kehidupan untuk mencegah stunting, serta usia sekolah hingga remaja untuk mendukung pertumbuhan fisik optimal.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dadan menegaskan bahwa tanpa intervensi gizi yang tepat, potensi genetik anak tidak akan berkembang maksimal. 

“Anak dalam kandungan itu punya potensi genetik. Tapi kalau tidak diintervensi dengan menu gizi seimbang, potensi itu tidak akan muncul, bahkan bisa terjadi stunting,” ujarnya.

Kepala BGN, Dadan Hindayana

Kepala BGN Tegaskan Tak Semua Dapur MBG yang Kena Suspend Dapat Insentif Rp 6 Juta per Hari

Dadan mengatakan bahwa tak semua dapur MBG yang di-suspend otomatis kehilangan insentif, melainkan ditentukan berdasarkan penyebab dan tingkat pelanggaran yang terjadi.

img_title

VIVA.co.id

29 April 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |