Bos Fintech Ini PHK 1.100 Karyawan, Ubah Fokus ke Bitcoin dan AI

4 weeks ago 10

Selasa, 10 Februari 2026 - 14:50 WIB

Jakarta, VIVA – Gelombang efisiensi kembali menyapu industri teknologi global. Kali ini, perusahaan fintech milik Jack Dorsey, Block Inc., yang dikabarkan tengah menyiapkan pemangkasan karyawan besar-besaran sebagai bagian dari perubahan strategi bisnis. 

Langkah ini bukan sekadar pengurangan biaya, melainkan bagian dari perombakan operasional yang lebih luas untuk menyederhanakan struktur perusahaan sekaligus memperkuat fokus pada teknologi masa depan seperti Bitcoin dan kecerdasan buatan (AI).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut laporan, perusahaan fintech milik Jack Dorsey, Block Inc., bersiap memangkas hingga 10 persen tenaga kerjanya sebagai bagian dari perombakan bisnis yang lebih luas. Ratusan karyawan disebut telah diberi tahu bahwa posisi mereka berpotensi dihapus saat evaluasi kinerja tahunan. 

Per akhir November, jumlah karyawan Block tercatat kurang dari 11.000 orang. Artinya, sekitar 1.100 pekerja berisiko kehilangan pekerjaan.

Melansir dari Times of India, Senin, 10 Februari 2026, pemutusan hubungan kerja (PHK) ini disebut bukan keputusan mendadak. Sejak 2024, Block telah menyusun ulang model bisnis dan struktur stafnya. 

Fokus utama restrukturisasi adalah menyatukan Cash App, platform pembayaran peer-to-peer, dengan Square, layanan pembayaran untuk merchant yang menjadi identitas awal perusahaan sejak Dorsey ikut mendirikannya pada 2009.

Selama ini, kedua produk berjalan relatif terpisah. Kini Block ingin keduanya bekerja beriringan. Di luar bisnis pembayaran inti, Block juga memperluas fokus ke lini baru. 

“Seiring upaya integrasi tersebut, perusahaan berinvestasi pada usaha yang lebih baru, Proto, bisnis penambangan Bitcoin miliknya, dan Goose, alat kecerdasan buatan internal, saat perusahaan berupaya melakukan diversifikasi di luar bisnis pembayaran intinya,” tulis laporan tersebut

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dorongan efisiensi ini datang saat kinerja keuangan perusahaan berada di bawah sorotan. Perusahaan meleset dari estimasi laba kuartal ketiga Wall Street di tengah ketidakpastian ekonomi yang terus berlanjut dan meningkatnya persaingan di sektor pembayaran. 

Pertumbuhan segmen Square juga melambat menjadi 9 persen. Meski begitu, tidak semua kabar buruk. Pasalnya, Block masuk indeks S&P 500 pada Juli lalu menggantikan Hess Corp setelah akuisisi produsen energi tersebut oleh Chevron senilai US$53 miliar atau setara Rp890,4 triliun. 

Halaman Selanjutnya

Block dijadwalkan merilis laporan kinerja kuartal keempat pada 26 Februari. Analis memperkirakan laba disesuaikan sebesar US$403 juta atau setara Rp6,77 triliun, atau 68 sen per saham, dari pendapatan US$6,25 miliar atau setara Rp105 triliun. Namun, untuk sementara, PHK ini menambah daftar panjang perusahaan teknologi yang memangkas tenaga kerja.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |