VIVA – Setelah 1 tahun 8 bulan hidup terpisah dengan anak, Wamen Diktisaintek, Stella Christie akhirnya memutuskan untuk menyekolahkan putranya, Bayu Czech di Jakarta Pusat.
Bayu kini menjadi siswa kelas 4 di SD Santa Ursula, Jakarta. Momen hari pertama Bayu bersekolah diabadikan di unggahan akun Instagram @prof.stellachristie.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Meski begitu, Stella tidak memilih sekolah internasional untuk anaknya. Hal ini menjadi keputusan penting baginya supaya Bayu benar-benar menjadi orang Indonesia.
Walaupun putranya sudah fasih berbahasa Indonesia, namun menurutnya pendidikan dasar menjadi tahapan penting untuk belajar menulis dan membaca dalam bahasa ibu.
“Pendidikan dasar adalah masa untuk belajar menulis dan membaca dalam bahasa ibu. Masa untuk menghargai dan menghormati warisan budaya dan tanah air,” ujar Stella Christie pada unggahan di Instagram miliknya.
Begitu juga saat putranya bersekolah di Beijing, China di sekolah negeri dengan menggunakan Bahasa Mandarin.
Rencana ini cukup mendadak setelah Stella ditunjuk menjadi Wamen Diktisaintek. Saat itu Bayu baru saja naik kelas 2 SD.
Wamen Diktisaintek, Stella Christie dan keluarga
Photo :
- Instagram @prof.stellachristie
Sebagai orang tua, ia mengaku khawatir jika putranya ikut menghadapi perubahan sekaligus. Sehingga Stella bersama Suaminya, Bartek Czech memutuskan agar Bayu melanjutkan sekolahnya di Beijing.
Akhirnya kini memutuskan untuk pindah dan bersekolah di Indonesia agar putranya dapat lebih mengenal Tanah Air dan kembali dekat dengan ibunya.
“Namun pada tahap ini, stabilitas tidak sepenting hubungan dengan ibunya dan juga hubungan dengan Tanah Airnya. 1 tahun 8 bulan hidup terpisah sangatlah sulit untuk saya dan Bayu, sudah terlalu lama,” ujarnya.
Meski demikian, Guru Besar Tsinghua University merasakan cemas dengan kepindahan Bayu ke Indonesia.
Dirinya mengira perubahan ini sangat berat bagi Bayu yang harus beradaptasi lagi di Indonesia. Terlebih putranya baru saja menyelesaikan karangan serta membaca buku dalam bahasa Mandarin.
Stella juga mengkhawatirkan putranya apakah dapat dengan mudah mendapatkan teman baru sebaik sahabatnya di Beijing.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Selain itu, ia juga khawatir akankah menjadi ibu yang baik untuk putranya ditengah menghadapi tuntutan pekerjaan.
Bagi keluarganya yang harus meninggalkan kehidupan stabil di China membutuhkan banyak pengorbanan.
Halaman Selanjutnya
“Membesarkan dan mendidik anak pasti butuh banyak pengorbanan. Buat keluarga kami, kami harus meninggalkan kehidupan yang sangat stabil dari Tsinghua University, sekolah yang sangat bagus untuk Bayu di Beijing pindah ke sini. Paling penting lagi, begitu banyaknya waktu kebersamaan yang tidak bisa kami lalui bersama hampir dua tahun ini dan waktu itu tidak akan pernah kembali,” terangnya.

8 hours ago
3











