Jakarta, VIVA – Suzuki Fronx genap satu tahun hadir di pasar Indonesia sejak pertama kali diperkenalkan pada 28 Mei 2025. Dalam kurun waktu tersebut, SUV kompak ini berhasil mencatatkan penjualan yang cukup positif sekaligus menjadi salah satu tulang punggung baru bagi PT Suzuki Indomobil Sales (SIS).
Berdasarkan data yang diumumkan Suzuki, penjualan ritel Fronx telah menembus lebih dari 14.000 unit selama periode Juni 2025 hingga Mei 2026. Dengan jumlah tersebut, populasi Suzuki Fronx di Indonesia terus bertambah dan semakin mudah ditemui di jalan raya.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Pencapaian tersebut juga membuat Fronx menguasai sekitar 35 persen pangsa pasar di segmen SUV kompak dua baris. Hasil itu menjadi modal positif bagi Suzuki mengingat Fronx baru menjalani tahun pertamanya di pasar nasional.
Deputy 4W Sales & Marketing Director PT Suzuki Indomobil Sales, Donny Saputra, mengatakan kepercayaan konsumen menjadi faktor utama di balik pencapaian tersebut.
"Berkat kepercayaan pelanggan, Suzuki Fronx diserap dengan baik hingga sanggup mendominasi pangsa pasar sebesar 35 persen pada segmen SUV 2 row compact hanya dalam satu tahun pertama," ujarnya, dikutip VIVA Otomotif Senin 13 Juli 2026.
Menariknya, sebagian besar konsumen justru memilih varian yang sudah dibekali teknologi Smart Hybrid Vehicle by Suzuki (SHVS). Varian SGX menjadi penyumbang penjualan terbesar dengan porsi 52 persen, disusul GX sebesar 27 persen, sedangkan varian GL berkontribusi 21 persen.
Artinya, sekitar 79 persen pembeli Suzuki Fronx memilih varian hybrid ringan atau mild hybrid. Hal ini menunjukkan teknologi SHVS mulai diterima oleh konsumen Indonesia yang menginginkan efisiensi bahan bakar tanpa mengubah kebiasaan berkendara seperti pada mobil bermesin konvensional.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Tak hanya memenuhi kebutuhan pasar domestik, Suzuki Fronx yang diproduksi di pabrik Suzuki Cikarang juga berkontribusi terhadap aktivitas ekspor. Selama periode yang sama, Suzuki telah mengirimkan lebih dari 6.000 unit Fronx dalam bentuk Completely Built Up (CBU) ke enam negara tujuan.
Selain itu, terdapat lebih dari 4.000 unit Fronx dalam bentuk Completely Knocked Down (CKD) yang dikirim untuk memenuhi kebutuhan perakitan di pasar luar negeri. Hal ini memperlihatkan bahwa Fronx tidak hanya menjadi andalan di Indonesia, tetapi juga memiliki peran sebagai model global yang diproduksi di dalam negeri.
Halaman Selanjutnya
Menurut Donny, kehadiran Fronx bukan hanya menambah pilihan bagi konsumen, tetapi juga memberikan manfaat bagi industri otomotif nasional melalui aktivitas produksi, penggunaan komponen lokal, hingga penyerapan tenaga kerja.

8 hours ago
4











