Jakarta, VIVA – Ketika berbicara soal teknologi masa kini, perhatian publik biasanya tertuju pada kecerdasan buatan (AI), robot otomatis, atau sistem digital pintar yang mulai banyak digunakan berbagai sektor industri. Namun di balik perkembangan tersebut, ada teknologi lain yang justru memiliki peran besar tetapi jarang disorot.
Teknologi perlindungan aset industri kini menjadi salah satu kebutuhan penting bagi sektor energi dan manufaktur. Fungsinya bukan menciptakan mesin baru atau menggantikan tenaga manusia, melainkan menjaga fasilitas yang sudah ada agar tetap bekerja optimal selama mungkin.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Tantangan ini semakin terasa di industri minyak dan gas. Banyak fasilitas produksi yang sudah beroperasi puluhan tahun tetap harus bekerja maksimal di tengah tuntutan peningkatan produktivitas dan efisiensi.
Di sisi lain, kerusakan infrastruktur seperti korosi, kebocoran pipa, hingga gangguan pada peralatan produksi dapat memicu biaya besar bagi perusahaan. Tidak hanya biaya perbaikan, tetapi juga potensi kerugian akibat berhentinya aktivitas operasional.
Karena itu, pendekatan industri kini mulai bergeser. Jika sebelumnya perbaikan dilakukan setelah kerusakan terjadi, kini banyak perusahaan mulai mengutamakan langkah pencegahan agar gangguan bisa ditekan sejak awal.
Strategi tersebut juga mulai mendapat perhatian lebih besar di Indonesia. Seiring meningkatnya kebutuhan energi nasional, perusahaan industri dituntut menjaga keandalan fasilitas agar tetap mampu menopang aktivitas produksi jangka panjang.
Perusahaan teknologi industri Henkel melihat perubahan pola tersebut sebagai bagian dari transformasi industri modern. Dalam ajang IPA Convex 2026, perusahaan itu menghadirkan berbagai solusi yang difokuskan pada perlindungan infrastruktur, peningkatan daya tahan aset, hingga efisiensi operasional.
"Kebutuhan akan solusi yang dapat memperpanjang umur aset dan meningkatkan efisiensi energi telah menjadi prioritas utama perusahaan dalam mendukung keberlanjutan industri minyak dan gas di Indonesia," ujar Hugo Quintanilla, Head of Infrastructure Protection & Repair APAC at Henkel Adhesive Technologies, dikutip Minggu 24 Mei 2026.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Teknologi yang digunakan mencakup perlindungan korosi pada infrastruktur, penguatan sistem perpipaan, hingga perlindungan termal untuk berbagai fasilitas industri berat.
Langkah pencegahan tersebut dinilai semakin penting karena biaya gangguan operasional dapat menjadi beban besar bagi perusahaan. Bahkan penghentian produksi dalam waktu singkat dapat memengaruhi efisiensi bisnis secara keseluruhan.
Halaman Selanjutnya
Kondisi itu membuat industri mulai melihat investasi teknologi bukan sekadar untuk menambah kapasitas produksi, tetapi juga memastikan aset yang dimiliki tetap bekerja optimal selama bertahun-tahun.

7 hours ago
3
















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3432220/original/050867700_1618724332-hush-naidoo-yo01Z-9HQAw-unsplash.jpg)