VIVA – Sosok besar di sektor ekonomi dan politik, Rachmat Gobel meninggal dunia pada Jumat (10/7/2026) pada pukul 03.20 WIB.
Kabar duka ini membuat masyarakat Indonesia kehilangan lagi sosok besar yang berjasa dalam membangun industri nasional.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Rachmat Gobel menghembuskan napas terakhirnya pada usia 63 tahun di RS Brawijaya Tebet, Jakarta Selatan.
Tak hanya dikenal sebagai pewaris perusahaan ternama, Panasonic Gobel Group, Rachmat Gobel juga pernah menjabat sebagai Menteri Perdagangan dan Anggota DPR RI Fraksi Partai NasDem.
Meski telah sukses menjadi seorang pengusaha, kini terungkap alasan Rachmat Gobel terjun ke dunia Politik.
Alasan Rachmat Gobel ke Dunia Politik
Mantan Menteri Perdagangan, Rachmat Gobel
Saat dirinya telah sukses menjadi seorang pengusaha, Rachmat Gobel tidak pernah terpikirkan menjadi seorang politisi.
Namun, politik telah mengubah hidupnya menjadi manusia yang sangat bersyukur.
Dengan kemampuannya, ia senang menjadi politisi karena dapat membantu dan berkontribusi untuk masyarakat.
“Yang menarik adalah apa yang bisa saya buat untuk masyarakat daripada sebuah jabatan. Karena kalau kita bisa memberikan kepada masyarakat kita mati nanti didoakan semua. Itu yang paling penting,” ungkap Rachmat Gobel pada tayangan YouTube Kumparan.
Sebelum memikirkan masyarakat luas, ia berpikir mulai dari bagaimana cara untuk memberikan kesejahteraan bagi karyawannya.
Sebab, karyawannya juga bagian dari elemen masyarakat walaupun masih pada skala yang sangat kecil.
Dirinya pun tidak mengerti alasan bisa terjun ke dunia politik. Namun, bos Panasonic Gobel Group ini justru bersyukur karena dapat membantu masyarakat yang lebih luas.
Rachmat mengalami perubahan besar dari sosoknya yang hanya sebagai pengusaha dan setelah menjadi politisi.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
“Ketika saya sebelum jadi menteri ataupun politisi, saya kalau datang ke Gorontalo itu cuma sampai di Airport, terus ke makam orang tua saya, terus pulang ke rumah, ketemu keluarga, besoknya pulang. Saya tidak melihat ada kemiskinan,” ujarnya.
“Ketika saya jadi politisi, saya punya kesempatan untuk keliling ke 600 titik saya datangi. Di situ saya bisa melihat inilah potret-potret kemiskinan yang ada di Gorontalo. Dan disitu saya langsung mensyukuri nikmat Allah. Saya telah diberi kenikmatan dan semua dikasih. Artinya mungkin inilah jalannya Allah dari itu saya dikasih lihat ini dan apa yang harus saya lakukan buat mereka,” sambungnya menjelaskan.
Halaman Selanjutnya
(kmr)

1 hour ago
1











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8256068/original/018149700_1781146804-20260609_153019.jpg)
