VIVA –Pemerintah Provinisi (Pemprov) Jawa Timur mengambil langkah tegas menyusul insiden keracunan yang menimpa santri akibat konsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Sekertaris Daerah (Sekda) Pemprov Jawa Timur, Adhy Karyono memastikan pemprov akan mengumpulkan seluruh pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Jawa Timur.
"Sebagai pemerintah, ketika ini terjadi kesekian kalinya, tentu kami sangat prihatin. Walaupun pengawasan internal SLHS (Sertifikat Laik Higiene Sanitasi) sudah dilakukan, ternyata di luar kemampuan kami masih ada hal yang berakibat fatal," ujar Adhy Karyono dikutip dari situs resmi provinsi Jawa Timur, Kamis 3 September 2026.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Adhy menjelaskan, tim Satuan Tugas (Satgas) MBG Jatim yang dipimpin Wakil Gubernur Jatim, Emil Dardak bersama tim ahli telah menggelar rapat konsolidasi. Satgas telah mendalami kasus ini dan resmi melaporkannya ke Badan Gizi Nasional (BGN) untuk tindakan lebih lanjut.
Proses penyidikan saat ini tengah berjalan untuk menelusuri secara pasti faktor penyebab utama keracunan tersebut. Adhy menegaskan bahwa Pemprov Jatim tidak lagi toleran terhadap celah kelalaian dalam operasional dapur penyedia makanan program MBG.
"Langkah pertama setelah konsolidasi adalah memanggil seluruh pengelola dapur SPPG. Kita ingin memastikan kembali apakah aturan dan SOP pengolahan masakan sudah ditaati penuh atau belum," tegasnya.
Ke depan, Pemprov Jatim tidak hanya mengandalkan pemberian sanksi (punishment) setelah insiden terjadi, melainkan memperketat pengawasan melalui pemeriksaan kondisi dapur SPPG secara berkala guna memastikan seluruh tahapan pengolahan makanan memenuhi standar keamanan dan kesehatan. Pemprov Jatim berharap, penguatan pengawasan dan kepatuhan terhadap SOP dapat mencegah terulang kasus serupa serta memastikan program MBG berjalan aman dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.
Sebagaimana diinformasikan, kasus keracunan menu MBG yang terbaru terjadi di Ponpes Mambaul Hikam Tanggulangin Sidoarjo yang mengakibatkan ratusan santri dan siswa dari lembaga pendidikan sekitar Tanggulangin yang mengalami mual, muntah dan pusing paska mengkonsumsi makanan dari SPPG Kalitengah Sidoarjo sehingga mereka dilarikan ke sejumlah rumah sakit dan fasilitas kesehatan di Sidoarjo untuk mendapatkan penanganan kesehatan.
512 Santri Keracunan MBG di Sidoarjo, DPR: Program Ini Sangat Bagus, tapi Tolong Diperbaiki
Lalu Hadrian mengatakan Badan Gizi Nasional (BGN) sedang berusaha untuk memperbaiki tata kelola MBG. Namun, dia menyayangkan kasus keracunan masih terjadi.
VIVA.co.id
3 September 2026

1 week ago
3













