Jakarta, VIVA – Bursa Asia-Pasifik menguat pada pembukaan perdagangan Senin, 23 Februari 2026. Kenaikan terjadi di tengah ketidakpastian arah kebijakan tarif impor Amerika Serikat (AS) yang menyebabkan pasar bergerak dinamis.
Pada akhir pekan, Presiden AS Donald Trump, mengumumkan kenaikan tarif global menjadi 15 persen dari sebelumnya 10 persen. Kebijakan ini muncul tidak lama setelah Mahkamah Agung AS membatalkan sebagian besar agenda perdagangan Trump yang diberlakukan berdasarkan Undang-Undang Kekuasaan Ekonomi Darurat Internasion (International Emergency Economic Powers Act /IEEPA) tahun 1977.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Kepala Ekonom Rystad Energy, Claudio Galimberti, menilai keputusan memang mempersepmpit ruang gerak Trump. Menurutnya jika batas tarif tertinggi diberlakukan tanpa pengecualian IEEPA sebelumnya, rata-rata tarif justru bisa meningkat lebih tinggi dibandingkan struktur yang baru saja dibatalkan Mahkamah Agung.
“Putusan Mahkamah Agung memang membatalkan sebagian besar tarif yang ada dan melemahkan kemampuan untuk menargetkan negara tertentu, tetapi tidak membongkar keseluruhan kerangka tarif yang lebih luas,” tulisnya dalam sebuah catatan dikutip dari CNBC Internasional pada Senin, 23 Februari 2026.
Ilustrasi lonjakan tarif impor
Di kawasan Asia, indeks utama bergerak di zona hijau. Indeks Kospi Korea Selatan naik untuk hari ketiga berturut-turut dan melonjak 1,7 persen hingga mencetak rekor tertinggi baru.
Kenaikan ditopang saham-saham berkapitalisasi besar seperti SK Hynix dan Samsung Electronics yang masing-masing melesat lebih dari 3 persen dan 2 persen. Sementara itu, indeks saham lapis kedua Kosdaq turut menguat 0,74 persen.
Dari Australia, indeks S&P/ASX 200 naik tipis 0,17 persen pada awal perdagangan. Kontrak berjangka indeks Hang Seng Index menunjukkan lonjakan ke level 26.855 dari sebelumnya berada di posisi 26.413,35.
Adapun pasar saham di Tiongkok dan Jepang tutup karena libur nasional.
Pada penutupan perdagangan Jumat, 20 Februari 2026, bursa saham AS ikut menguat menyusul putusan Mahkamah Agung tersebut. Investor menilai keputusan ini berpotensi mengurangi beban biaya bagi perusahaan akibat tarif tinggi sekaligus meredakan kekhawatiran inflasi yang masih membayangi perekonomian AS.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Indeks S&P 500 naik 0,69 persen ke level 6.909,51. Indeks Nasdaq Composite menguat 0,9 persen menjadi 22.886,07.
Sedangkan Dow Jones Industrial Average bertambah 230,81 poin atau 0,47 persen ke posisi 49.625,97. Indeks Dow sempat tertekan hingga 200 poin akibat data ekonomi yang mengecewakan sebelum akhirnya berbalik menguat.
IHSG Dibuka Menghijau, Bursa Asia Menguat Imbas Rally Saham Teknologi di Wall Street
IHSG dibuka menguat 26 poin atau 0,32 persen di level 8.300 pada pembukaan perdagangan Jumat, 20 Februari 2026 dan diprediksi bakal mendatar alias sideways pada hari ini.
VIVA.co.id
20 Februari 2026

2 weeks ago
7











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5479806/original/021929400_1768990958-makanan_beku_sehat.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5124902/original/069816200_1738908499-glass-water-ai-generated.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3429214/original/050982400_1618458325-dan-dealmeida-4aM_QE-HRLw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500390/original/054028400_1770863825-IMG01145.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5523066/original/035189100_1772787502-andi_campak.jpeg)
