Jakarta, VIVA – Tradisi buka bersama atau bukber sudah menjadi bagian dari budaya masyarakat saat bulan Ramadhan. Kegiatan ini sering dilakukan bersama keluarga, teman, hingga rekan kerja sebagai ajang mempererat silaturahmi. Namun, Buya Yahya mengingatkan bahwa acara buka bersama seharusnya tidak membuat seseorang lalai dari ibadah utama di bulan suci.
Buya Yahya menjelaskan bahwa memberi makan orang yang berbuka puasa merupakan amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam. Orang yang membantu menyediakan makanan berbuka bahkan bisa mendapatkan pahala besar dari Allah.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Ia menjelaskan bahwa niat memberi makanan kepada orang yang berpuasa sudah cukup bernilai ibadah, meskipun makanan yang disumbangkan tidak langsung dimakan saat berbuka.
“Ada bertemu keluarga dengan keluarga kemudian tadi mendapatkan pahala dan juga memang diiimbau kalau kita diundang atau diberi oleh orang makanan yang katanya untuk buka bersama hendaknya kita cicipi makan untuk berbuka agar mereka mendapatkan pahala,” kata Buya Yahya yang dikutip dari kanal YouTube-nya pada Minggu, 8 Maret 2026.
Buya Yahya juga menegaskan bahwa seseorang tetap memperoleh pahala meskipun makanan yang ia sumbangkan tidak menjadi hidangan pertama saat berbuka.
“Dan bagi siapapun yang telah menyumbang di sebuah tempat untuk buka bersama untuk mendapatkan pahala besar tidak harus makanan Anda yang dijadikan makanan pertama untuk buka. Misalnya Anda ikut program buka bersama, misalnya membantu program bersama di sebuah tempat, kemudian makanan Anda kok tidak dimakan yang pertama, akan tapi mungkin jadikan makan malam. Bukan berarti Anda tidak mendapatkan pahala. Niat Anda Allah maha tahu,” katanya lagi.
Menurutnya, yang terpenting adalah niat tulus untuk membantu orang yang sedang menjalankan ibadah puasa.
“Makanya yang penting anda niat untuk memberikan buka kepada saudara-saudara kita yang lagi puasa. Itulah kemuliaan. Akan diberi oleh Allah pahala seperti pahala yang berpuasa,” terang Buya.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Meski begitu, Buya Yahya mengingatkan bahwa banyak acara buka bersama justru membuat orang kehilangan keutamaan ibadah karena terlalu fokus pada makan dan kumpul-kumpul.
“Banyak di antaranya di saat melaksanakan buka bersama ini keutamaan yang hilang dulu sebelum kemaksiatan terjadi. Keutamaan misalnya salat berjamaah Magrib dilupakan,” jelas Buya.
Halaman Selanjutnya
Ia mencontohkan bahwa beberapa orang seringkali sibuk dengan makanan hingga melupakan salat berjamaah. Bahkan terkadang setelah acara buka bersama selesai, ibadah lain seperti tarawih juga ikut terlewat.

2 days ago
3










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5479806/original/021929400_1768990958-makanan_beku_sehat.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3429214/original/050982400_1618458325-dan-dealmeida-4aM_QE-HRLw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500390/original/054028400_1770863825-IMG01145.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5124902/original/069816200_1738908499-glass-water-ai-generated.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5523066/original/035189100_1772787502-andi_campak.jpeg)

