VIVA – Pegunungan Alpen Swiss menjadi salah satu lanskap yang kerap masuk dalam daftar destinasi impian wisatawan. Selain menjelajah pegunungan secara langsung, ada cara lain untuk menikmati panorama tersebut, yakni dengan melakukan perjalanan menggunakan kereta. Rute kereta yang menghubungkan kawasan pegunungan Swiss dengan wilayah Italia menawarkan perpaduan antara pemandangan alam, sejarah, budaya, dan pengalaman perjalanan yang berbeda.
Perjalanan dengan kereta panorama memungkinkan wisatawan menikmati perubahan lanskap tanpa harus berpindah-pindah kendaraan. Sepanjang perjalanan, penumpang dapat menyaksikan pegunungan, gletser, lembah, hingga kawasan yang memiliki nuansa khas Italia.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Berikut sejumlah hal menarik dari salah satu rute kereta terindah di Swiss.
1. Menyusuri Pegunungan Alpen hingga Italia
Salah satu daya tarik utama perjalanan ini adalah lintasan dari St. Moritz menuju Tirano yang melewati lanskap Pegunungan Alpen. Rute tersebut memperlihatkan gletser, celah gunung, dan lembah dengan pemandangan yang terus berubah.
Perjalanan juga menghubungkan wilayah utara dan selatan melewati tiga kawasan bahasa di Kanton Graubünden sebelum berakhir di Italia. Karena itu, wisatawan tidak hanya melihat perubahan bentang alam, tetapi juga dapat merasakan perbedaan budaya sepanjang perjalanan.
Pemandangan yang awalnya didominasi gletser dan pegunungan perlahan berubah ketika kereta bergerak menuju kawasan yang lebih hangat, hingga menghadirkan sentuhan khas Italia.
2. Melewati Jalur Warisan Dunia UNESCO
Keistimewaan lainnya terletak pada nilai sejarah dan teknik jalurnya. Rute dari Thusis hingga Tirano yang berada di lanskap Albula/Bernina masuk dalam daftar Warisan Dunia UNESCO pada Juli 2008. Jalur tersebut menjadi salah satu dari hanya tiga jalur kereta api luar biasa di dunia yang mendapatkan pengakuan tersebut.
Jalur ini telah berusia lebih dari 100 tahun dan membentang sepanjang 122 kilometer. Terowongan melingkar, viaduk yang menjulang, serta galeri pelindung dibangun dengan perencanaan yang membuat konstruksinya menyatu dengan lingkungan sekitar.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Hal tersebut membuat perjalanan ini menarik bukan hanya bagi wisatawan yang ingin menikmati panorama, tetapi juga bagi pencinta sejarah, budaya, arsitektur, dan teknologi transportasi.
3. Melewati Puluhan Terowongan dan Jembatan
Halaman Selanjutnya
Rute ini memiliki 55 terowongan dan 196 jembatan, dengan kemiringan jalur yang mencapai 70 persen. Meski melintasi medan pegunungan yang menantang, kereta dapat menempuh keseluruhan perjalanan tanpa menggunakan roda gigi atau cog-wheel.

7 hours ago
1

















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9310865/original/081850900_1785378315-cropped-2d7f636b-2380-40cc-a881-ea61c56069f5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8270815/original/044801800_1782121678-1.jpg)