Cegah Keracunan MBG Terulang, BGN Didorong Perkuat Sistem Keamanan Pangan

1 week ago 23

Kamis, 3 September 2026 - 22:54 WIB

Jakarta, VIVA – Badan Gizi Nasional (BGN) didorong untuk memperkuat sistem pencegahan dan keamanan pangan, dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dengan cakupan penerima manfaat yang sangat besar, potensi risiko keamanan pangan harus diantisipasi sejak awal dan bukan baru ditangani setelah terjadi dugaan keracunan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ketua Umum Perkumpulan Mitra Berdaulat Gerakan Nasional (PERMIT BGN), Sterren Silas Samberi mengatakan, keamanan pangan dalam program MBG membutuhkan sistem yang sederhana, terukur, mudah diterapkan oleh petugas, sekaligus mudah diawasi.

Ilustrasi dapur MBG atau SPPG

Menurutnya, pencegahan tidak cukup hanya mengandalkan pelabelan makanan, tapi harus dibangun melalui tata kelola dan pengawasan di setiap tahapan produksi hingga makanan dikonsumsi penerima manfaat.

“Kita tidak boleh menunggu terjadi keracunan baru kemudian mencari siapa yang salah. Yang harus kita lakukan adalah memperkuat sistem pencegahan dari awal, karena keamanan pangan harus menjadi bagian utama dari keberlangsungan MBG,” kata Sterren dalam keterangannya, Kamis, 3 September 2026.

Salah satu langkah yang ditawarkan PERMIT BGN adalah harmonisasi kewenangan antara Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), yayasan, dan pemilik fasilitas.

Pembagian tugas, kewenangan, serta tanggung jawab harus dibuat secara jelas, dengan petunjuk teknis sebagai rujukan utama. Kejelasan tata kelola dinilai penting untuk mencegah konflik kewenangan, yang dapat mengganggu komunikasi, koordinasi, hingga disiplin operasional di dapur SPPG.

PERMIT BGN juga mendorong penerapan FIFO (First In, First Out) sebagai kebiasaan operasional di seluruh SPPG. Untuk mempermudah pengawasan, PERMIT BGN mengusulkan identifikasi visual menggunakan kode warna berdasarkan urutan batch produksi atau distribusi.

Sistem tersebut dapat menjadi alat bantu agar petugas lebih mudah mengenali urutan makanan dan mencegah batch sebelumnya tertinggal atau tercampur dengan batch berikutnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Di dapur dengan produksi dalam jumlah besar, sistem keamanan pangan harus dibuat sesederhana mungkin. Petugas harus bisa langsung melihat mana batch pertama, berikutnya, dan terakhir. Tapi kami tegaskan, kode warna bukan pengganti standar keamanan pangan, melainkan alat bantu pengawasan,” ujar Sterren.

Selain urutan produksi, PERMIT BGN menekankan pentingnya pengendalian waktu dan suhu. Makanan yang telah selesai dimasak, tidak cukup dinilai berdasarkan tampilan atau kondisi fisiknya.

Halaman Selanjutnya

"Waktu antara makanan selesai diproduksi hingga dikonsumsi, suhu penyimpanan maupun distribusi, serta kepatuhan terhadap proses harus dicatat dan diawasi melalui SOP yang jelas," ujarnya.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |