'Cepirit' saat Pertandingan HYROX di China, Atlet Australia Ini Akhirnya Minta Maaf dan Mundur

4 hours ago 2

Jumat, 18 September 2026 - 10:05 WIB

VIVA – Atlet HYROX asal Australia, Joanna Wietrzyk, akhirnya menyampaikan permintaan maaf setelah dirinya menjadi sorotan karena tetap melanjutkan perlombaan hingga finis dalam ajang HYROX di Beijing, China, meski mengalami insiden 'cepirit' di tengah pertandingan.

Wietrzyk meminta maaf kepada masyarakat China, para pesaing, penonton, hingga penyelenggara HYROX atas kejadian yang berlangsung dalam perlombaan tersebut. Permintaan maaf itu disampaikan melalui unggahan di Instagram pada Kamis malam.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Saya menyampaikan permintaan maaf yang tulus kepada masyarakat China, sesama peserta, para penonton, dan penyelenggara HYROX atas apa yang terjadi selama perlombaan di Beijing,” tulis Wietrzyk, sebagaimana dikutip dari The Guardian, Jumat, 18 September 2026.

Insiden tersebut sebelumnya menjadi viral setelah rekaman pertandingan memperlihatkan Wietrzyk tetap menjalani berbagai tantangan fisik hingga menyelesaikan lomba. Dalam rekaman itu, terlihat kotoran keluar dari tubuhnya saat ia masih berada di lintasan.

Wietrzyk yang dikenal sebagai pemegang rekor dunia HYROX tersebut kemudian mengakui bahwa keputusan untuk tetap melanjutkan perlombaan merupakan sesuatu yang ia sesali.

“Saya merasa benar-benar bugar dan sehat ketika memulai perlombaan, tanpa alasan untuk menduga bahwa saya sedang mengalami sakit,” ujarnya.

“Jika melihat kembali kejadian tersebut, saya menyesal karena tidak memilih untuk keluar dari lintasan. Saya menyadari bahwa seharusnya saya mengambil keputusan yang berbeda. Saya bertanggung jawab atas keputusan untuk terus bertanding dan sangat menyesal atas ketidaknyamanan serta gangguan yang ditimbulkannya,” lanjut Wietrzyk.

Ia juga memutuskan untuk menarik diri secara retroaktif dari perlombaan tersebut. Artinya, Wietrzyk bersedia membatalkan hasil kemenangannya dan kehilangan poin yang diperoleh dari event di Beijing.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Saya tahu tindakan saya berdampak lebih luas daripada hanya kepada diri saya sendiri, dan saya sungguh-sungguh meminta maaf kepada semua orang yang terdampak. Saya belajar dari pengalaman ini dan akan membawa pelajaran tersebut ke depan, termasuk mengingat bahwa ada hal yang lebih penting dalam hidup daripada perlombaan dan mengetahui kapan waktu yang tepat untuk berhenti,” kata Wietrzyk.

“Setelah mempertimbangkannya, saya memutuskan untuk mengundurkan diri secara retroaktif dari perlombaan dan kehilangan poin yang saya peroleh,” sambungnya.

Halaman Selanjutnya

HYROX sendiri merupakan kompetisi kebugaran yang pertama kali diluncurkan di Jerman pada 2017. Ajang tersebut kini digelar di berbagai negara dan mulai memasuki pasar China daratan pada akhir 2024.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |