Jumat, 18 September 2026 - 10:06 WIB
Teheran, VIVA – Iran tidak akan membuka kembali Selat Hormuz selama Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu masih berkuasa, kata Mohammad Baqer Zolqadr, penasihat politik Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei, Kamis 17 September 2026.
“Para pejuang kami tidak akan membuka Selat Hormuz sampai Trump yang kriminal dan Netanyahu yang haus darah diturunkan dari kursi kekuasaan mereka, dan ini merupakan tahap pertama pembalasan bangsa Iran,” kata Zolqadr seperti dikutip kantor berita ISNA.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah sasaran di Iran, yang kemudian dibalas Iran dengan serangan terhadap sasaran di pihak AS dan Israel.
Pada pertengahan Juni, Teheran dan Washington menandatangani nota kesepahaman mengenai penghentian permusuhan, tetapi tak lama kemudian permusuhan kembali berlangsung.
Saat ini, konflik tersebut belum terselesaikan. Namun, kedua pihak tidak sedang terlibat dalam pertempuran aktif, sementara AS mengandalkan tekanan ekonomi.
Eskalasi konflik tersebut hampir sepenuhnya menghentikan pelayaran melalui Selat Hormuz, yang merupakan jalur pasokan penting bagi minyak global, produk minyak bumi, dan gas alam cair.
Akibatnya, harga bahan bakar meningkat di sebagian besar negara. (Ant)
Arab Saudi Mulai Kekurangan Rudal Pencegat, Minta Bantuan Negara Sekutu Hadapi Houthi
Arab Saudi disebut mulai kekurangan rudal pencegat dan meminta bantuan dari negara-negara di kawasan serta sekutunya di Barat untuk mengerahkan dukungan pertahanan udara
VIVA.co.id
17 September 2026

4 hours ago
2









