Cerita Sandiaga Uno Bangun Fondasi Keuangan di Usia Muda, Dari Utang hingga Bangun Perusahaan

1 day ago 1

Kamis, 30 April 2026 - 16:08 WIB

Jakarta, VIVA – Wirausahawan Sandiaga Salahuddin Uno membagikan perjalanan finansialnya dalam sebuah acara di Jakarta pada beberapa waktu lalu.

Sandiaga mengaku mengawali karir dengan gaji Rp400 ribu sebelum mencapai penghasilan ribuan dollar di usia akhir 20-an. Namun, di titik tersebut, rasa percaya diri yang berlebihan justru membawanya pada keputusan finansial berisiko tinggi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

la mengungkapkan bahwa selain mengalami kerugian besar akibat margin call di pasar saham, dirinya juga sempat mengambil langkah yang berdampak pada kehidupan pribadi. 

Saat itu, ia meyakinkan mertuanya untuk berinvestasi dengan menjaminkan sertifikat tanah sebagai jaminan pinjaman bank yang kemudian dialokasikan ke saham. Alih-alih menghasilkan keuntungan, keputusan tersebut justru berujung kerugian. 

"Itu pelajaran yang jarang saya ceritakan. Saya bukan hanya rugi, tapi juga jadi punya utang ke mertua," kata dia dikutip dari keterangan tertulis, Kamis, 30 April 2026.

Namun, kondisi itu justru mendorongnya untuk mencari cara mengubah krisis menjadi peluang. Berbekal keahlian di bidang keuangan dan investasi, ia mulai mengalihkan fokus ke dunia bisnis. Langkah ini menjadi titik balik penting yang mengantarkannya membangun perusahaan investasi dan kembali bangkit dalam waktu sekitar tiga tahun.

Ia juga menguraikan prinsip-prinsip keuangan yang relevan bagi generasi muda. la menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara arus kas dan gaya
hidup, di tengah kecenderungan peningkatan lifestyle seiring naiknya penghasilan. 

Prinsip ini berkaitan dengan pentingnya diversifikasi investasi agar tidak terpapar risiko berlebihan pada satu instrumen.

Selain itu, ia menyoroti kekuatan compounding yang hanya dapat dimaksimalkan jika dimulai sejak dini. Usia 20-an disebutnya sebagai momentum terbaik untuk mulai berinvestasi, karena waktu memberikan efek pengganda yang signifikan terhadap pertumbuhan aset, bahkan jika dimulai dari nominal kecil.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

la juga menegaskan pentingnya memiliki lebih dari satu sumber penghasilan, di mana active income perlu diperkuat dengan passive income melalui investasi, properti, maupun bisnis untuk menciptakan stabilitas finansial jangka panjang.

Disiplin finansial turut menjadi fondasi utama dalam strategi yang ia bagikan. la mengingatkan pentingnya memahami perbedaan antara hemat dan pelit dalam kehidupan sehari-hari. 

Halaman Selanjutnya

"Hemat itu memastikan jangan sampai lebih besar pasak daripada tiang," ujarnya.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |