ChatGPT Kena Boikot, Pengguna Ramai-Ramai Pindah ke Claude

2 hours ago 2

Kamis, 5 Maret 2026 - 14:30 WIB

Jakarta, VIVA – Persaingan di industri kecerdasan buatan (AI) kembali memanas. Aplikasi chatbot Claude milik perusahaan Anthropic berhasil menempati posisi pertama sebagai aplikasi yang paling banyak diunduh di Amerika Serikat. 

Pencapaian ini sekaligus menyingkirkan ChatGPT dari posisi puncak yang selama ini mereka pegang sejak pertama kali diluncurkan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kenaikan popularitas Claude terjadi di tengah kontroversi yang melibatkan OpenAI. Pada 28 Februari, perusahaan tersebut mengumumkan kerja sama dengan Departemen Perang Amerika Serikat. Pengumuman ini memicu reaksi keras dari sebagian pengguna dan memunculkan gerakan boikot terhadap ChatGPT.

Gerakan yang dikenal sebagai QuitGPT awalnya hanya berupa keluhan kecil terkait donasi politik perusahaan teknologi. Namun, setelah kerja sama militer tersebut diumumkan, banyak pengguna mulai meninggalkan ChatGPT dan beralih ke alternatif lain, salah satunya Claude.

Sikap Etis Jadi Keunggulan Anthropic

Menariknya, lonjakan popularitas Claude tidak hanya dipicu oleh boikot terhadap pesaingnya. Sikap Anthropic yang menolak kerja sama militer justru meningkatkan kepercayaan publik terhadap perusahaan tersebut.

CEO Anthropic, Dario Amodei, diketahui menolak kontrak militer yang ditawarkan pemerintah. Ia menuntut adanya batasan tegas terkait penggunaan AI, khususnya agar teknologi tersebut tidak digunakan untuk senjata otonom atau pengawasan massal.

Pemerintahan Presiden Donald Trump kemudian melarang penggunaan teknologi Anthropic di lembaga pemerintah. Namun, keputusan tersebut justru memberikan efek sebaliknya bagi perusahaan.

Pangsa Pasar ChatGPT Terus Turun

Perubahan preferensi pengguna mulai terlihat dari data pangsa pasar aplikasi AI di perangkat mobile. Dalam satu tahun terakhir, dominasi ChatGPT mengalami penurunan cukup signifikan.

“Pangsa pasar mobile ChatGPT sudah turun dari 69,1 persen menjadi 45,3 persen dalam setahun terakhir, tetapi gerakan boikot mempercepat penurunan tersebut,” tulis laporan yang dikutip dari Gadget Review, Kamis, 5 Maret 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Penyelenggara kampanye boikot mengklaim bahwa ratusan ribu pengguna telah menghentikan penggunaan ChatGPT. Mereka memperkirakan jumlah partisipan gerakan ini berkisar antara 200.000 hingga 700.000 orang, meskipun angka tersebut masih sulit diverifikasi secara independen.

Sementara itu, Claude mengalami lonjakan popularitas yang signifikan hingga berhasil menduduki posisi teratas dalam daftar unduhan aplikasi di Amerika Serikat. Diskusi mengenai perpindahan pengguna dari ChatGPT ke Claude juga ramai dibahas di berbagai forum internet dan media sosial.

Halaman Selanjutnya

Gerakan ini bahkan mendapat perhatian dari profesor pemasaran dari New York University, Scott Galloway. Ia kemudian memperluas kampanye tersebut melalui gerakan yang ia sebut Resist and Unsubscribe, yang menargetkan sejumlah platform teknologi besar. 

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |