Misteri Dajjal dalam Keyakinan Islam, Bagaimana Sosoknya?

2 hours ago 2

Kamis, 5 Maret 2026 - 15:00 WIB

Jakarta, VIVA – Dalam ajaran Islam tentang akhir zaman, sosok Dajjal sering disebut sebagai salah satu makhluk paling misterius. Ia digambarkan sebagai figur yang membawa fitnah besar dan menyesatkan banyak manusia menjelang hari kiamat. 

Karena itu, kisah tentang Dajjal kerap menjadi perhatian para ulama dan umat Islam dalam memahami tanda-tanda akhir zaman.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Secara bahasa, istilah Dajjal berasal dari kata Arab yang memiliki makna penipuan atau kebohongan. Hal ini menggambarkan karakter utama sosok tersebut yang dikenal sebagai penyebar kebatilan. Dalam literatur klasik disebutkan bahwa kata tersebut berakar dari istilah Arab yang berarti menipu atau membohongi.

Dalam kajian eskatologi Islam, keberadaan Dajjal tidak disebutkan secara langsung di dalam Al-Qur’an. Namun, berbagai penjelasan tentangnya banyak ditemukan dalam hadits Nabi Muhammad SAW. Karena termasuk perkara gaib, umat Islam meyakininya sebagai bagian dari hal yang tidak dapat dijangkau oleh akal manusia, melainkan diketahui melalui wahyu dan penjelasan Rasulullah.

Salah satu hadits yang menjelaskan tentang Dajjal diriwayatkan dari Safinah, pelayan Rasulullah SAW. Dalam hadits tersebut disebutkan:

“Diriwayatkan dari Safinah pelayan Rasulullah saw, ia berkata; Rasulullah saw menyampaikan khutbah kepada kami lalu beliau bersabda, 'Ingatlah, sesungguhnya tidak ada seorang Nabi pun sebelumku melainkan telah memperingatkan bahaya Dajjal terhadap umatnya. Ia bermata satu sebelah kiri, di mata kanannya terdapat kulit tebal, di antara kedua matanya tertulis 'kafir'. Dua lembah keluar bersamanya, salah satunya surga dan yang lainnya neraka. Nerakanya adalah surga dan surganya adalah neraka. Ada dua malaikat bersamanya yang mirip dengan Nabi, andai aku mau pasti nama mereka berdua aku sebutkan dan nama-nama ayah-ayah mereka berdua. Salah satunya berada di sebelah kanan sementara yang lain berada di sebelah kiri. Itu adalah ujian. Kemudian Dajjal berkata. "Bukankah aku Rabb kalian, bukankah aku bisa menghidupkan dan mematikan?" Kemudian salah seorang malaikat menjawab, "Kau dusta." Tidak ada seorang pun mendengarnya selain temannya. Kemudian yang lain menjawab, "Kau benar." Orang-orang mendengarnya dan mengira malaikat itu membenarkan Dajjal. Itu adalah ujian. Kemudian Dajjal berjalan hingga tiba di Madinah tapi tidak diizinkan memasukinya. Ia berkata, "Ini adalah tempat orang itu." Selanjutnya Dajjal berjalan hingga tiba di Syam kemudian Allah membinasakannya di 'Aqabah Afiq'." Hadits riwayat Ahmad Ibnu Hanbal, Musnad Ahmad bin Hanbal, melansir laman NU Online, Kamis 5 Maret 2026.

Halaman Selanjutnya

Hadits tersebut dinilai berstatus shahih oleh banyak ulama, meskipun terdapat perbedaan pandangan terkait salah satu perawinya. Sebagian ulama menilai perawi tersebut dapat dipercaya, sementara sebagian lainnya menganggapnya kurang kuat. Namun secara umum, riwayat tersebut tetap diterima dalam kajian hadits.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |