SMF Raup Laba Bersih Rp565 Miliar Sepanjang 2025, Genjot Pemanfaatan Surat Unang untuk Pembiayaan Perumahan

3 hours ago 2

Kamis, 5 Maret 2026 - 14:02 WIB

Jakarta, VIVA – Lembaga pembiayaan sektor perumahan di bawah Kementerian Keuangan, PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF, mencatatkan kinerja keuangan solid sepanjang 2025. SMF berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp 565 miliar atau tumbuh sekitar 5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sejalan dengan pertumbuhan lab.a, total aset ikut meningkat menjadi Rp 66,81 triliun atau naik 15 persen secara year on year (yoy). Sementara itu, pendapatan perusahaan mencapai Rp 3,10 triliun. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kinerja positif berhasi dicapai di tengah dinamika ekonomi dan perubahan kondisi likuiditas perbankan. Capain ini juga menunjukkan kemampuan Special Mission Vehicle (SMF) milik pemerintah ini mampu menjaga stabilitas bisnis di tengah tantangan ekonomi yang masih berlangsung.

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko SMF, Bonai Subiakto, mengatakan capaian kinerja perseroan mencerminkan ketahanan model bisnis yang efektif didukung tata kelola dan manajemen risiko yang kuat. Ia menambahkan, laporan keuangan tahun 2025 telah diaudit oleh Lembaga Audit Eksternal Independen, KAP Purwanti Susanti dan Surja (EY), dengan opini wajar, dalam semua hal yang material. 

Konferensi Pers Kinerja Keuangan Tahun 2025 PT Sarana Multigriya Finansial (SMF)

"Capaian ini menunjukkan komitmen Perseroan dalam menjaga transparansi, akuntabilitas, serta pengelolaan risiko yang prudent di tengah dinamika ekonomi,” ujar Bonai dalam Konferensi Pers Kinerja Tahunan di Jakarta, Rabu, 4 Maret 2026.

Selain mencatatkan pertumbuhan laba dan aset, Bonai melaporkan perusahaan akan terus memperkuat perannya sebagai liquidity provider bagi lembaga penyalur pembiayaan perumahan di Indonesia. Sepanjang tahun 2025, alat fiskal (fiscal tools) Indonesia ini telah menyalurkan dana sebesar Rp 20,88 triliun kepada lembaga pembiayaan perumahan.

Secara kumulatif sejak berdiri hingga tahun lalu, SMF telah menyalurkan dana sebesar Rp141,73 triliun ke pasar pembiayaan perumahan primer. Dana ini dialokasikan untuk pembiayaan sebesar Rp 127,52 triliun serta sekuritisasi senilai Rp 14,21 triliun.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di sisi lain, SMF juga aktif menghimpun pendanaan dari pasar modal melalui penerbitan surat utang. Hingga 2025, perseroan tercatat telah menerbitkan surat utang sebanyak 73 kali dengan nilai akumulasi Rp74,87 triliun.

Direktur Utama SMF, Ananta Wiyogo, menegaskan perseroan akan terus mempercepat berbagai inisiatif strategis pada tahun mendatang. Upaya ini sejalan dengan program 3 juta rumah untuk memastikan akses hunian yang layak bagi seluruh masyarakat Indonesia, terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Halaman Selanjutnya

“Pada tahun 2026, kami akan terus mengakselerasi peran strategis SMF dalam membangun sektor pembiayaan perumahan yang tangguh, adaptif, dan berkelanjutan,” ucap Ananta.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |