Kamis, 5 Maret 2026 - 14:43 WIB
VIVA – Sebuah rudal balistik yang diluncurkan dari Iran dan menuju wilayah udara Turki melalui Irak dan Suriah dihancurkan oleh sistem pertahanan udara NATO, kata para pejabat Turki pada hari Rabu, 4 Maret 2026.
Kementerian Pertahanan Turki mengatakan rudal tersebut telah "dihadang dan dinetralisir oleh aset pertahanan udara dan rudal NATO yang ditempatkan di Mediterania timur". Mereka tidak menyebutkan target yang dituju rudal tersebut.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Diketahui, Iran telah menyerang berbagai lokasi di seluruh wilayah tersebut sebagai balasan setelah Amerika Serikat (AS) dan Israel melancarkan serangan terhadapnya pada hari Sabtu. Sementara Turki adalah anggota NATO mayoritas Muslim Sunni, berbagi perbatasan sepanjang 500 kilometer (315 mil) dengan Iran.
Seorang pejabat Turki, yang berbicara kepada AFP dengan syarat anonim, mengatakan rudal tersebut "ditujukan ke sebuah pangkalan di Siprus Yunani tetapi melenceng dari jalurnya".
Para pejabat mengatakan pecahan rudal jatuh di distrik Dortyol di Turki selatan, dekat perbatasan Suriah, telah diidentifikasi sebagai bagian dari rudal pencegat yang digunakan untuk menetralisir "ancaman di udara".
Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan.
Menanggapi insiden tersebut, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan dalam percakapan telepon dengan Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan "bahwa serangan terhadap wilayah kedaulatan Turki tidak dapat diterima dan berjanji akan memberikan dukungan penuh dari Amerika Serikat," kata juru bicara Departemen Luar Negeri Tommy Pigott.
Insiden tersebut juga menuai kecaman dari NATO.
"NATO berdiri teguh bersama semua sekutu, termasuk Turki, karena Iran terus melakukan serangan tanpa pandang bulu di seluruh wilayah," kata juru bicara NATO Allison Hart, menggunakan nama resmi Turki.
"Posisi pencegahan dan pertahanan kami tetap kuat di semua bidang, termasuk dalam hal pertahanan udara dan rudal."
Uni Emirat Arab "mengutuk keras" peluncuran rudal tersebut sebagai "eskalasi serius," kata kementerian luar negeri dalam sebuah pernyataan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Panggil Dubes Iran
Ankara memanggil duta besar Iran untuk menyampaikan "reaksi dan kekhawatiran" mereka atas insiden tersebut, sementara Fidan memperingatkan Teheran agar tidak mengambil langkah-langkah yang dapat memperluas konflik, kata sebuah sumber diplomatik.
Halaman Selanjutnya
Fidan mengatakan kepada Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dalam sebuah panggilan telepon bahwa "segala langkah yang dapat menyebabkan penyebaran konflik harus dihindari," tambah sumber tersebut.

2 hours ago
2





















